TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Lonjakan volume sampah hingga 20 persen selama momentum Lebaran di Kota Tasikmalaya kembali membuka borok lama: tumpukan di TPS liar yang tak kunjung jinak.
Di tengah klaim penanganan maksimal, fakta di lapangan masih berbicara lain.
Hingga Kamis (26/3/2026), tumpukan mencolok terlihat di Jalan Lukmanul Hakim, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung.
Baca Juga:Penganiayaan di Kafe Rajapolah Tasikmalaya Dipicu Pelaku yang MabukTetap Siaga di Tanjakan Gentong, Polres Tasikmalaya Kota Antisipasi Kendaraan Tumbang
Kondisi ini menjadi penanda bahwa lonjakan sampah belum sepenuhnya tertangani, bahkan setelah masa puncak Lebaran berlalu.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, Feri Arif Maulana, mengakui adanya peningkatan signifikan volume sampah selama Ramadan hingga Lebaran, berkisar antara 15 hingga 20 persen dibanding hari normal.
Lonjakan itu mulai terasa sejak H-7 Lebaran. Arus mudik yang membawa “penduduk dadakan” ke Kota Tasikmalaya, ditambah konsumsi rumah tangga yang melonjak, menjadi biang kerok utama.
“Sejak H-7 sudah terlihat peningkatan cukup signifikan. Ini sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk sementara dan konsumsi selama Lebaran,” ujar Feri.
Jenis sampah didominasi limbah rumah tangga, baik organik maupun anorganik.
Namun secara kasat mata, sampah plastik menjadi “raja baru” di tumpukan—mulai dari bungkus makanan hingga kemasan produk sekali pakai.
“Pada malam takbir, yang paling dominan itu sampah anorganik, terutama sampah kering di pusat kota,” katanya.
Menghadapi lonjakan ini, DLH menggeber penanganan. Armada ditambah, jam kerja diperpanjang.
Baca Juga:WFH ASN Kota Tasikmalaya, DPRD Ingatkan Jangan Jadikan Alasan Bermalas-malasanBesok Batal Digelar! Halalbihalal ASN se- Kota Tasikmalaya Diundur ke Senin Bareng Apel Gabungan
Fokus pembersihan dipusatkan di kawasan perkotaan dan jalur protokol—wilayah yang tak boleh terlihat “jorok” di etalase kota.
Sebanyak 15 hingga 20 kendaraan roda tiga (cator) dikerahkan, ditopang empat truk amrol dan lima kontainer untuk menyisir titik-titik padat aktivitas, khususnya saat malam takbir.
“Secara umum berjalan lancar, meski ada keterbatasan SDM karena cuti bersama,” ucapnya.
Namun, selepas Lebaran, pekerjaan rumah belum selesai. Penanganan kini bergeser ke kawasan permukiman padat, seiring aktivitas warga yang mulai kembali normal.
TPS Liar: Masalah Klasik yang Tak Kunjung Tuntas
Di balik upaya ekstra DLH, persoalan lama tetap membandel. TPS liar masih menjamur dan menjadi simpul masalah yang tak mudah diurai.
