RADARTASIK.ID— Pagi di Lapangan Pendamping Gelora Bandung Lautan Api terasa berbeda.
Tidak ada tubuh yang tampak tertatih, tidak ada wajah yang menyiratkan kelelahan berlebih setelah libur panjang.
Sebaliknya, para pemain Persib Bandung kembali bergerak dengan ritme yang nyaris utuh—seolah jeda sembilan hari hanya menjadi ruang napas singkat, bukan penghambat.
Baca Juga:Andrew Jung Memilih Kejayaan Persib Ketimbang Menjadi Top Skors Super League 2025-2026Marc Klok Sedih Masih Ada Pemain Timnas Indonesia Di-bully saat Dipanggil: Tidak Ada Manfaatnya
Dari tepi lapangan, pelatih fisik Persib Miro Petric mengamati dengan kepuasan yang sulit disembunyikan.
Miro Petric melihat bagaimana disiplin para pemain menjaga tubuh mereka selama masa libur berbuah nyata.
Menurut penilaiannya, kondisi fisik skuad tetap berada pada level yang diharapkan, bahkan tanpa penurunan signifikan yang kerap menjadi risiko setelah jeda kompetisi.
Petric menilai, fondasi dari kondisi itu terletak pada kepatuhan para pemain menjalankan program latihan mandiri.
Ia menyebut seluruh anggota tim mengikuti instruksi yang telah disiapkan tim pelatih selama masa rehat, tanpa ada yang mengabaikan tanggung jawab individu.
Ia menambahkan bahwa kondisi tim saat ini sepenuhnya sehat, tanpa gangguan cedera, sehingga program latihan berikutnya dapat langsung dijalankan tanpa hambatan.
“Semua pemain mengikuti program latihan individu. Sekarang semuanya dalam kondisi sehat dan tidak ada yang cedera. Kami bisa langsung melanjutkan program berikutnya,” kata Miro Petric setelah sesi latihan di Lapangan Pendamping Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis, 26 Maret 2026.
Baca Juga:Usai Sembuh Cedera Adu Kepala dengan Bek Persib Federico Barba, Catur Pamungkas Siap Lawan Persita Perasaan Jujur Andrew Jung Berlatih Bersama Persib Bandung Lagi untuk Persiapan Menghadapi Semen Padang
Dalam ukuran yang lebih teknis, Petric mengungkapkan tingkat kebugaran pemain telah menyentuh kisaran 90 persen.
Angka ini dianggapnya sebagai modal penting untuk memasuki fase krusial musim, ketika setiap pertandingan membawa konsekuensi besar.
Persib sendiri masih menyisakan sembilan laga di kompetisi Super League Indonesia 2025/2026—sebuah periode yang kerap menentukan nasib akhir sebuah tim di klasemen.
Fokus terdekat mereka mengarah ke laga tandang menghadapi Semen Padang FC di Stadion Haji Agus Salim pada awal April.
Dalam pandangan Petric, pertandingan itu bukan sekadar pembuka setelah jeda, melainkan titik awal dari rangkaian final kecil yang harus dilalui dengan kondisi fisik terbaik.
Ia menegaskan bahwa kerja keras tetap menjadi harga mati.
