TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Akhirnya, misteri jenazah yang sempat “mengambang tanpa nama” di Sungai Citanduy mulai menemukan ujungnya.
Identitas korban yang ditemukan di kawasan Lewi Batu Malang, Desa Cilangkap, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, kini terungkap.
Korban diketahui bernama Sopyan Hadi (45), warga Dusun Cibodas, Desa Kujang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis.
Baca Juga:Tembok Stadion Wiradadaha Ambruk Ditimpa Pohon, Kota Tasikmalaya Dikepung BencanaWFA ASN Kota Tasikmalaya Tunggu Pusat, Skema 3-2 Masih Wacana
Berdasarkan data kependudukan, korban berjenis kelamin laki-laki, beragama Islam, dan berstatus belum kawin.
Jenazah korban pun telah dijemput pihak keluarga untuk segera dimakamkan, mengakhiri teka-teki identitas yang sempat “ikut hanyut” bersama derasnya arus Sungai Citanduy.
Sebelumnya, warga di perbatasan Kabupaten dan Kota Tasikmalaya digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah pria tanpa identitas yang mengambang di aliran sungai tersebut pada Kamis (26/3/2026) malam.
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, membenarkan penemuan tersebut.
Ia menjelaskan, jasad pertama kali dilaporkan oleh seorang warga asal Ciamis yang sedang memancing sekitar pukul 14.00 WIB, namun saat itu belum ditemukan.
“Baru sekitar pukul 19.00 WIB, korban ditemukan warga lain yang sedang menjala ikan di lokasi berbeda, dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Saat ditemukan, korban dalam posisi tertelungkup. Ciri-cirinya antara lain usia sekitar 45–50 tahun, tinggi badan sekitar 170 cm, tubuh tegap, kepala plontos, kulit sawo matang, serta mengenakan kaos merah putih.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan identitas maupun barang pribadi korban di lokasi kejadian—seolah sengaja ditinggalkan atau benar-benar hilang tanpa jejak.
Baca Juga:Rotasi Eselon II Kota Tasikmalaya Ditunggu, Kursi Kosong Segera DiisiPerbatasan Tasikmalaya Geger, jenazah Misterius Mengambang di Sungai Citanduy: ini Ciri-Cirinya
Petugas menduga korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.
Pada tubuhnya terdapat luka baret di pundak kanan serta bengkak di bagian dahi, meski secara umum kondisi tubuh masih utuh.
Tim gabungan dari kepolisian, relawan, dan warga langsung melakukan evakuasi.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk penanganan lebih lanjut.
Polisi pun bergerak melakukan olah TKP, memeriksa saksi, hingga berkoordinasi dengan tim Inafis.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat, Sungai Citanduy bukan sekadar aliran air yang membelah wilayah, tetapi juga kerap menyisakan cerita—kadang sunyi, kadang tragis, dan sesekali menyentil nurani. (rezza rizaldi)
