TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Tanjakan Gentong kembali jadi panggung klasik arus mudik: kendaraan ngos-ngosan, mesin menguap, dan antrean mengular.
Mengantisipasi “drama tahunan” itu, Polres Tasikmalaya Kota menyiagakan personel khusus selama Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Medan menanjak ekstrem di Gentong kerap jadi titik rawan kendaraan overheat hingga mogok.
Baca Juga:WFH ASN Kota Tasikmalaya, DPRD Ingatkan Jangan Jadikan Alasan Bermalas-malasanBesok Batal Digelar! Halalbihalal ASN se- Kota Tasikmalaya Diundur ke Senin Bareng Apel Gabungan
Jika dibiarkan, satu kendaraan tumbang bisa beranak pinak jadi kemacetan panjang—efek domino yang bikin pemudik lain ikut “tersandera”.
Untuk itu, polisi tak sekadar berdiri memantau.
Tim ganjal disiapkan di beberapa titik strategis, lengkap dengan personel yang siap sigap membantu kendaraan yang mulai “kehabisan napas”.
Upaya ini ditujukan agar arus lalu lintas tetap mengalir, bukan berubah jadi parkiran dadakan di jalur nasional.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto menegaskan pihaknya tak ingin Gentong jadi momok berulang setiap musim mudik.
Personel telah ditempatkan di titik rawan, termasuk di jalur tanjakan, guna memberikan bantuan cepat bagi pengendara yang mengalami kendala teknis.
“Kami siagakan personel dan tim ganjal untuk membantu kendaraan yang mengalami overheat atau gangguan lainnya. Pemudik juga kami imbau memastikan kondisi kendaraan prima sebelum berangkat,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Imbauan itu terdengar klise, tapi kerap diabaikan.
Banyak pemudik nekat berangkat dengan kendaraan yang “seadanya”—oli lupa dicek, radiator bermasalah, hingga rem yang sudah tak pakem.
Di tanjakan Gentong, kelalaian kecil bisa berubah jadi masalah besar.
Baca Juga:Halalbihalal DPRD Kota Tasikmalaya, Seruan Persatuan di Tengah Dinamika47 Ribu Penumpang Naik dan Turun di Terminal Indihiang Kota Tasikmalaya, Puncak Arus Balik Terlewati
Selain kesiapan kendaraan, faktor kelelahan pengemudi juga jadi perhatian. Polisi mengingatkan pemudik agar tak memaksakan diri.
Istirahat sejenak dinilai jauh lebih bijak ketimbang memaksakan perjalanan yang berujung celaka.
Dengan pola pengamanan ini, polisi berharap arus mudik di wilayah Tasikmalaya tak lagi identik dengan cerita mogok massal di tanjakan.
Setidaknya, jika kendaraan mulai “rewel”, sudah ada petugas yang siap turun tangan—bukan sekadar jadi penonton.
Operasi Ketupat Lodaya 2026 sendiri menjadi momen ujian bagi kesiapan aparat dalam menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus keselamatan pemudik.
