Sehari, Ratusan Pemudik Tinggalkan Tasikmalaya dari Terminal Singaparna: Didominasi Pekerja ke Kota-Kota Besar

Terminal singaparna
Bus Primajasa dan Karunia Bakti saat ngetem parkir menunggu penumpang di Terminal Tipe-B Singaparna, Kamis 26 Maret 2026. (Diki Setiawan/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Memasuki H+5 arus balik Lebaran, pekerja asal Kabupaten Tasikmalaya mulai kembali ke kota tempat mereka bekerja, Kamis (26/3/2026). Pergerakan ini didominasi buruh pabrik yang kembali ke wilayah industri seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, dan Bandung menggunakan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Di Terminal Tipe B Singaparna, arus penumpang terlihat didominasi pekerja. Layanan angkutan umum seperti Bus Primajasa dan Karunia Bakti menjadi moda utama yang mengangkut penumpang pada periode arus balik ini.

Kepala Terminal Tipe B Singaparna, Suhendar mengatakan, mayoritas penumpang merupakan buruh atau karyawan yang kembali bekerja setelah mudik ke kampung halaman di Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa

“Iya kebanyakan penumpang bus di terminal Singaparna ini buruh atau karyawan yang sebelumnya mudik ke kampung halaman di Kabupaten Tasikmalaya, sekarang berangkat lagi ke kota,” terang Suhendar.

Ia menjelaskan, terjadi peningkatan jumlah penumpang pada arus balik kali ini, meski tidak terlalu signifikan. Hingga Kamis siang, jumlah penumpang yang berangkat mencapai sekitar 200 orang, dengan tujuan utama kota-kota besar di Jawa Barat dan Jabodetabek.

“Ya ada yang kerja ke Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung dan kota lainnya. Ada sedikit peningkatan, per hari ini sejak pagi hingga saat ini kurang lebih sudah ada 200 penumpang berangkat ke kota,” katanya.

Selain peningkatan jumlah penumpang, tarif bus juga mengalami kenaikan selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Kenaikan ini bersifat sementara dan akan kembali normal setelah periode libur berakhir.

“Biasanya kalau sebelum lebaran di hari biasa ongkos ke Jakarta dari Singaparna Rp 105 ribu, sekarang kalau arus mudik dan balik lebaran naik menjadi Rp 125 ribu per orang, nanti hari biasa normal lagi,” terang dia.

Namun demikian, dibandingkan hari pertama arus balik, jumlah penumpang pada H+5 justru mengalami sedikit penurunan. Hal ini terjadi karena sebagian pemudik telah lebih dulu kembali ke kota tujuan.

“Berkurang sedikit, dari 60 penumpang menjadi 55-50 orang penumpang. Jadi ada sedikit penurunan karena sudah berangsur para penumpang berangkat ke kota,” tambah dia.

0 Komentar