Namun, sepak bola tidak hanya soal fisik. Ada sisi lain yang tak kalah menentukan: mentalitas.
Jeda kompetisi memberi ruang bagi para pemain untuk bernapas, meredakan tekanan, dan mengumpulkan kembali energi emosional.
Terlebih, sebelum libur, Persebaya harus menelan kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC—hasil yang menyisakan luka dan pertanyaan.
Baca Juga:Ini Target Beckham Putra Bersama Timnas Indonesia, Siapkan Permainan Terbaik bagi Skuad GarudaBojan Hodak Mendukung 2 Bintang Persib Beckham Putra dan Eliano Reijnders di Timnas Indonesia
Tavares memahami betul bahwa kepercayaan diri tidak bisa dipulihkan dalam semalam.
Ia meyakini, tanpa perlu mengatakannya secara gamblang, bahwa satu-satunya jalan untuk bangkit adalah melalui kerja keras yang konsisten.
Latihan demi latihan menjadi ruang pembentukan ulang—tempat para pemain memperbaiki kesalahan, mengasah kemampuan, dan perlahan membangun kembali keyakinan.
Di Lapangan C itu, cerita baru sedang dimulai.
Tidak dengan gemuruh stadion, melainkan dengan langkah-langkah kecil yang berulang. Sebab di situlah, di antara peluh dan disiplin, Persebaya mencoba menemukan kembali dirinya.
