Langkah Besar Persebaya Usai Libur Idul Fitri, Bernardo Tavares Siapkan Skema yang Luar Biasa

Langkah Besar Persebaya Usai Libur Idul Fitri
Langkah Besar Persebaya Usai Libur Idul Fitri, Bernardo Tavares Siapkan Skema yang Luar Biasa. Foto: I League
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Sore itu, angin pesisir Surabaya berembus pelan di Lapangan C Gelora Bung Tomo.

Setelah dua pekan jeda kompetisi untuk menyambut Idulfitri, langkah para pemain Persebaya Surabaya kembali terdengar menyentuh rumput.

Bajol Ijo pulang ke rutinitas—ke keringat, disiplin, dan kerja yang tak pernah benar-benar selesai.

Di tengah lapangan, Bernardo Tavares berdiri sebagai dirigen.

Baca Juga:Ini Target Beckham Putra Bersama Timnas Indonesia, Siapkan Permainan Terbaik bagi Skuad GarudaBojan Hodak Mendukung 2 Bintang Persib Beckham Putra dan Eliano Reijnders di Timnas Indonesia 

Pelatih Persebaya Surabaya ini memimpin langsung sesi latihan perdana pasca-jeda pada Senin, 23 Maret 2026.

Tidak ada gestur berlebihan, hanya instruksi tegas dan ritme latihan yang terjaga.

Para pemain Persebaya merespons dengan fokus; setiap gerak terasa terukur, setiap sentuhan bola seperti upaya mengembalikan ingatan tubuh yang sempat beristirahat.

Libur panjang tak lantas membuat fondasi fisik mereka runtuh.

Tavares mengamati dengan cermat dan menilai kondisi anak asuhnya tetap berada di jalur yang benar.

Ia menyampaikan secara tidak langsung bahwa mayoritas pemain mampu menjaga berat badan sesuai standar tim, sebuah indikator penting dalam sepak bola modern yang menuntut presisi hingga detail terkecil.

Disiplin itu, menurutnya, lahir dari komitmen menjalankan program latihan mandiri—termasuk kebiasaan mengirimkan video latihan harian sebagai bentuk tanggung jawab profesional.

“Sejauh ini kondisi para pemain cukup positif. Dari hasil pengecekan, berat badan mereka tetap terjaga sesuai dengan standar yang kami tetapkan. Selama masa jeda, para pemain juga rutin mengirimkan video latihan setiap hari sesuai program yang sudah kami siapkan,” ujar Bernardo Tavares.

Baca Juga:Beckham Putra Merespons Pro Kontra Masuk Timnas Indonesia dengan Dewasa, Siap Buktikan di LapanganElegan Gaya Diplomasi Sepakbola Ala Persib dengan Perancis hingga Andrew Jung dan Kurzawa Buka Suara

Di balik layar, program yang diberikan selama jeda tidak bersifat seragam.

Tavares merancangnya secara personal, menyesuaikan kebutuhan tiap pemain.

Beberapa menjalani porsi khusus karena masih berada dalam fase pemulihan cedera.

Bagi mereka, jeda kompetisi bukan sekadar waktu istirahat, melainkan ruang untuk menata ulang kondisi tubuh secara bertahap agar siap kembali bersaing.

Kini, harapan itu mulai diuji di lapangan. Tavares melihat para pemain yang sempat cedera menunjukkan perkembangan positif, meski ia tetap menyadari adanya jarak antara latihan mandiri dan intensitas pertandingan sesungguhnya.

Tavares menilai secara implisit bahwa sesi-sesi latihan ke depan akan menjadi tolok ukur nyata—apakah tubuh mereka benar-benar siap menghadapi tekanan laga kompetitif.

0 Komentar