RADARTASIK.ID – Di tengah gemerlap sepak bola modern yang dipenuhi bintang dan miliaran rupiah, muncul kisah unik dari sebuah tim kecil yang justru mencuri perhatian dunia: Timnas Kaledonia Baru.
Dengan segala keterbatasan, mereka kini hanya selangkah lagi dari mencetak sejarah menuju Piala Dunia 2026.
Perjalanan mereka bukan sekadar soal taktik dan hasil pertandingan. Ini adalah kisah tentang perjuangan, pengorbanan, dan mimpi besar dari tim yang sebagian besar dihuni pemain amatir.
Baca Juga:Media Italia: Rafael Leao Tolak Permintaan Allegri untuk Bantu Tim untuk BertahanInter Kantongi Rp1Triliun Jika Lepas Bastoni ke Barcelona, Lazio Siapkan Okan Buruk Jadi Pengganti Sarri
Kaledonia Baru harus menempuh perjalanan lebih dari 11.000 kilometer untuk tampil di babak play-off antarkonfederasi yang digelar di Guadalajara, Meksiko.
Pada laga semifinal, mereka dijadwalkan menghadapi Timnas Jamaika pada Jumat, 27 Maret 2026 dini hari WIB.
Jika berhasil menang, mereka akan melaju ke partai final play-off dan berpeluang menghadapi Timnas Kongo demi memperebutkan satu tiket ke putaran final Piala Dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Bagi tim yang saat ini menempati peringkat ke-150 dunia, pencapaian ini sudah melampaui ekspektasi. Namun, mereka belum ingin berhenti sampai di sini.
Berbeda dengan tim-tim besar, skuad Kaledonia Baru mayoritas terdiri dari pemain amatir.
Banyak dari mereka harus mengambil cuti kerja demi membela negara. Bahkan, mereka sempat menghadapi masalah sepele namun krusial: kekurangan jersey resmi.
Seragam pertandingan mereka dilaporkan baru akan tiba beberapa hari sebelum laga penting digelar.
Baca Juga:Zidane Bakal Jadi Pelatih Timnas Prancis, Ini Kata DeschampsPelatih Irlandia Utara Tak Takut Hadapi Italia: Mereka Tak Memiliki Totti atau Del Piero
Situasi ini menjadi simbol nyata keterbatasan yang mereka hadapi, namun tidak menyurutkan semangat juang tim.
Perjalanan Kaledonia Baru menuju tahap ini dimulai dari babak penyisihan grup zona Oseania. Tergabung di Grup A, mereka tampil impresif dengan catatan tak terkalahkan.
Mereka membuka kampanye dengan kemenangan 3-1 atas Papua Nugini, kemudian menang dramatis 3-2 melawan Kepulauan Solomon, dan menutup fase grup dengan hasil imbang 1-1 kontra Fiji.
Dengan koleksi tujuh poin, Kaledonia Baru melaju ke babak gugur sebagai juara grup.
Di fase berikutnya, mereka kembali menunjukkan performa solid. Pada semifinal zona Oseania, Kaledonia Baru berhasil meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Tahiti, membuka jalan menuju final.
