Hujan Deras Picu Longsor dan Pergerakan Tanah, Sejumlah Kecamatan di Ciamis Terkena Dampak

Longsor di Kabupaten ciamis
Satu rumah warga terdampak longsor di Desa Bendasari, Kecamatan Sadananya, Selasa (24/3/2026). (Istimewa For Radartasik.id)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Hujan deras dengan intensitas tinggi dan lama dalam beberapa hari terakhir memicu serangkaian bencana alam di Kabupaten Ciamis. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat kejadian pergerakan tanah dan tanah longsor di sejumlah kecamatan.

Peristiwa pergerakan tanah terjadi pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 02.00 WIB di Desa Cidolog, Kecamatan Cidolog. Selain itu, longsor juga dilaporkan terjadi pada Selasa (24/3/2026) pukul 19.00 WIB di Desa Karangpawitan, Kecamatan Kawali, serta di Desa Bendasari, Kecamatan Sadananya pada waktu yang sama.

Kepala BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan bahwa tingginya curah hujan menjadi pemicu utama rangkaian bencana tersebut.

Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa

“Akibatnya memicu sejumlah bencana alam, mulai dari pergerakan tanah hingga tanah longsor yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Ciamis,” katanya kepada wartawan, Kamis (26/3/2026).

Di Desa Cidolog, hujan deras menyebabkan lahan pertanian tergenang dan memicu pergerakan tanah di area persawahan dan kolam ikan di Dusun Sukamanah. Retakan tanah tercatat mencapai panjang sekitar 500 meter, dengan lebar bervariasi antara 10 hingga 15 sentimeter.

“Dari pergerakan tanah ini BPBD kabupaten Ciamis berkoordinasi dengan kajian geologi PVMBG,” ujarnya, menjelaskan.

Sementara itu, longsor di Dusun Lintungpaku, Desa Karangpawitan, terjadi akibat air hujan yang terus menerus menggerus tebing di dekat permukiman warga. Dampaknya, satu rumah milik Erah yang dihuni dua kepala keluarga atau tiga jiwa mengalami kerusakan.

“Akibat terkena longsor, rumah Erah mengalami kerusakan pada dinding bagian dapur dengan kerusakan ringan 15 persen,” katanya.

Kejadian serupa juga terjadi di Dusun Neglasari, Desa Bendasari, Kecamatan Sadananya. Hujan deras menyebabkan kolam ikan meluap dan air meresap ke tebing di belakang rumah warga hingga memicu longsor.

“Air pun meresap ke tebing sehingga membuat belakang rumahnya milik Dahman yang ditempati satu KK dengan lima jiwa tertimpa material tanah longsor,” ujarnya.

Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh WaktuSSF Bersama Jampidum Menebar Kebaikan di Tasikmalaya, Bagikan Ratusan Sembako dan Santuni Anak Yatim

BPBD mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir. Curah hujan yang masih tinggi berpotensi memicu bencana susulan.

0 Komentar