Akademisi Unsil Nilai Pengawasan Koperasi Merah Putih Bisa Jadi Titik Lemah, Jangan seperti “Jeruk Makan Jeruk

Koperasi Merah Putih
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis, 26 Maret 2026. (Fitriah Widayanti/Radartasik.id)
0 Komentar

Ia menilai, tanpa perbaikan pada aspek tersebut, Koperasi Merah Putih berpotensi menghadapi pola kegagalan yang sama seperti program-program sebelumnya.

“Kuncinya kalau pengawasannya gak ketat, gak tegas, pasti nasibnya sama kayak dulu-dulu. Kan bukan sekali dua kali model program guliran dana kayak gitu. Banyak. Jadi kalau pengawasannya tidak sistematis, tidak profesional, ada kecenderungan sama nasibnya,” pungkasnya.

Di tengah berbagai catatan tersebut, langkah penguatan mulai dilakukan dari sisi kapasitas pengurus.

Baca Juga:Ahn Hyo Seop dan Kim Bum Bersaing Sengit Demi Chae Won Bin di Teaser Drakor Sold Out on YouJun Ji Hyun Kembali ke Layar Lebar dalam Film Colony, Terjebak di Gedung Saat Wabah Misterius

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menyebut, pihaknya menerima banyak permintaan dari berbagai daerah untuk menggelar capacity building bagi pengurus Koperasi Merah Putih.

Menurutnya, peningkatan kapasitas ini penting untuk memastikan pengurus memiliki kemampuan dalam menjalankan tata kelola koperasi secara profesional.

“Pelaksanaan capacity building harus terorganisir dan terpetakan sesuai daerah masing-masing sehingga para pengurus benar-benar memiliki kapasitas atau kompetensi,” ujarnya. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar