Wisatawan Meningkat, Sampah di Pangandaran Berlipat Ganda di Masa Libur Lebaran

sampah di pantai pangandaran
Sampah menumpuk di salah satu titik di kawasan pantai Barat Pangandaran, Rabu (25/3/2026). Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID-Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Pangandaran di masa libur Lebaran memang memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar. Di sisi lain, produksi sampah pun meningkat dan berlipat ganda dari biasanya.

Menurut Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran, dalam satu hari saja, jumlah sampah yang dihasilkan mencapai puluhan ton.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran Irwansyah mengatakan, jenis sampah yang ditinggalkan pengunjung cukup beragam, mulai dari plastik sekali pakai, sisa makanan, hingga limbah dari konsumsi kelapa muda yang banyak dijual di area pantai.

Baca Juga:2026 Penuh Teriakan! Mulai Pencairan Proyek Sampai Urusan THRAktivis Mahasiswa di Tasikmalaya Pilih Penampungan Sampah Jadi Tempat Pengukuhan

“Total sampah yang berhasil dikumpulkan dan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai sekitar 30 ton per hari. Angka tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari normal yang rata-rata hanya berkisar 12 ton per hari,” ucapnya kepada Radar Rabu (25/3/2026).

Ia mengatakan, lonjakan sampah ini merupakan konsekuensi dari tingginya aktivitas wisatawan selama musim liburan.

Kondisi tersebut membuat petugas kebersihan harus meningkatkan intensitas kerja, khususnya dalam proses pengangkutan sampah dari titik-titik wisata menuju TPA.”Yang biasanya kami mengangkut sampah dalam sehari dua kali ke TPA, tapi hari ini bisa sampai lima kali pengangkutan,” katanya.

Untuk mengantisipasi hambatan di lapangan, terutama kemacetan yang sempat terjadi di beberapa titik, DLHK menerapkan strategi pengangkutan pada malam hari saat arus lalu lintas lebih lengang.

“Pada kemarin ada beberapa titik yang mengalami kemacetan, jadi pengangkutan sampah kami alihkan di waktu malam hari,” ujarnya.

Meski volume sampah meningkat tajam, pihak DLHK memastikan penanganan masih berjalan optimal dan tidak terjadi penumpukan dalam waktu lama di kawasan wisata.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar