Terutama pada layanan esensial seperti kesehatan, transportasi, dan keamanan—yang tidak boleh “ikut cuti berjamaah”.
Selain itu, kanal pengaduan masyarakat seperti SP4N-LAPOR! tetap harus dibuka.
Bahkan, pemantauan kinerja ASN diminta diperketat agar kualitas pelayanan tidak merosot diam-diam di balik layar kerja fleksibel.
Dengan skema ini, publik kini menunggu pembuktian.
Baca Juga:Tanjakan Gentong Tasikmalaya “Makan” Kopling, Mekanik Panen OrderArus Balik dari Tasikmalaya Melandai, One Way Berkali-kali Jadi Penyelamat Gentong
Apakah WFH benar jadi solusi cerdas mengurai kepadatan, atau justru membuka celah turunnya disiplin ASN di Kota Tasikmalaya. (rezza rizaldi)
