Tiga Masalah Como Jika Lolos ke Liga Champions: Salah Satunya Kurang Pemain Buatan Italia

Como
Ilustrasi skuad Como Foto: Tangkapan layar Instagram@comofootball
0 Komentar

Saat ini, Como belum memenuhi kriteria tersebut. Dalam skuad utama, hanya sedikit pemain yang memenuhi syarat “buatan Italia”, di antaranya Edoardo Goldaniga dan kiper veteran Mauro Vigorito.

Sejumlah pemain muda seperti Matteo Papaccioli dan Lorenzo Bonsignori Goggi memang ada, tetapi kontribusi mereka di tim utama masih sangat minim.

Situasi ini memaksa Como untuk mengubah pendekatan di bursa transfer. Jika sebelumnya mereka fokus pada talenta muda internasional, kini mereka harus mulai memburu pemain lokal atau yang memenuhi kriteria “homegrown” UEFA.

Baca Juga:Salah Umumkan Akan Tinggalkan Liverpool, Agen: Waspadai Pemburu Berita SensasiDeco Bolak Balik ke Milan, Barcelona Serius Rekrut Bastoni

Setidaknya, klub membutuhkan tambahan dua hingga empat pemain yang memenuhi syarat tersebut agar bisa mendaftarkan skuad penuh di Liga Champions.

Hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri, karena pemain dengan profil tersebut biasanya memiliki nilai pasar tinggi dan persaingan yang ketat.

Perubahan strategi ini juga menandai fase baru dalam proyek Como—dari sekadar membangun tim berbakat menjadi membentuk skuad yang seimbang secara regulasi.

Selain masalah skuad, Como juga akan mulai berada di bawah pengawasan ketat Financial Fair Play UEFA jika lolos ke kompetisi Eropa.

Klub kemungkinan harus menyusun rencana keuangan jangka menengah, seperti yang pernah dilakukan AS Roma dan Aston Villa, untuk menjaga keseimbangan finansial dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Masalah lain yang tak kalah penting adalah stadion.

Stadion Giuseppe Sinigaglia saat ini belum memenuhi standar UEFA. Jika renovasi tidak selesai tepat waktu, Como terpaksa harus bermain di luar kandang.

Beberapa opsi sudah mulai dibahas, termasuk menggunakan stadion milik Udinese atau Sassuolo.

Baca Juga:Oumar Solet Diincar Inter Milan, Presiden Udinese Bingung Tentukan HargaFilippo Galli: Berlusconi Memberitahu Kami AC Milan Tim yang Ditakdirkan untuk Menang

Dari segi logistik dan akses bagi suporter, stadion milik Sassuolo disebut sebagai pilihan paling realistis.

Meski Como kini berada di ambang sejarah. Namun, lolos ke Liga Champions bukan sekadar hadiah atas performa apik di lapangan.

Kompetisi ini menuntut kesiapan menyeluruh—baik dari segi regulasi, finansial, maupun infrastruktur.

Kisah dongeng Como memang masih bisa berlanjut.

Tetapi untuk benar-benar bersaing di level tertinggi Eropa, mereka harus membuktikan bahwa klub ini siap berkembang tidak hanya sebagai tim kejutan, tetapi juga butuh pemain asli Italia.

0 Komentar