Sementara itu, Penone memandang pertemuan tersebut sebagai bagian dari upaya yang lebih luas.
Ia menjelaskan bahwa Kedutaan Besar Prancis bersama Institut Français d’Indonésie telah menjalin kolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan PSSI, serta sejumlah klub di Tanah Air.
Dalam konteks itu, Persib muncul sebagai salah satu contoh nyata kolaborasi yang berjalan positif.
Baca Juga:Skuad Persib Mulai Berlatih Usai Libur Panjang, Dokter Tim Ungkap Kondisi Fisik Para Pemain TerbaruTerdepan, Persib Masuk Kancah Eropa, Perancis Menjadi Pintu Gerbang Pangeran Biru Eksis di Benua Biru
Ia menilai sepak bola memiliki kekuatan unik untuk mendekatkan masyarakat lintas budaya.
Kehadiran pemain Prancis di Indonesia, menurutnya, dapat menjadi pintu masuk bagi publik untuk mengenal Prancis lebih dekat—tidak hanya melalui olahraga, tetapi juga melalui nilai, budaya, dan interaksi sosial yang menyertainya.
Di balik percakapan santai dan tawa ringan, terselip pesan yang lebih besar: Persib tidak lagi sekadar klub kebanggaan Bandung.
Ia tumbuh sebagai representasi kota dan negara yang aktif menjalin koneksi global. Dari ruang ganti hingga meja diplomasi, langkah-langkah kecil itu perlahan membentuk jejaring yang melampaui skor dan klasemen—menuju peran baru sebagai duta yang membawa nama Indonesia ke panggung internasional.
