Shevchenko secara khusus menyoroti kerja sama antara Leao dan Christian Pulisic. Ia menilai keduanya harus mengesampingkan ego pribadi demi kepentingan tim.
“Leao dan Pulisic harus saling beradaptasi. Mereka tidak boleh menempatkan diri mereka di atas tim. Setiap pemain harus siap bermain di posisi berbeda jika dibutuhkan,” kata Shevchenko.
Pesan ini menjadi penting mengingat keduanya adalah pemain kunci dalam skema serangan Milan. Kolaborasi yang solid dinilai bisa menjadi pembeda dalam perburuan gelar musim ini.
Baca Juga:Ulah Fans AC Milan dan Inter Buat Gattuso Tak Mau Italia Bermain di San SiroPaolo Di Canio: Leao Lebih Senang di Studio Rekaman dibandingkan di Lapangan
Shevchenko juga memberikan komentar tentang mantan rekannya, Gennaro Gattuso, yang kini menangani tim nasional Italia.
“Saya yakin dia akan sangat bersemangat, bahkan mungkin terlalu bersemangat. Dia harus sedikit menahan diri agar tidak memberi tekanan berlebih kepada pemain,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurutnya, dengan waktu persiapan yang terbatas, Gattuso lebih banyak bekerja pada aspek mental pemain.
“Dalam waktu singkat, dia hanya bisa membangun mentalitas tim. Tapi saya yakin Italia bisa melakukannya,” tambahnya.
Tak lupa, Shevchenko juga menyampaikan harapannya untuk negaranya sendiri, Ukraina.
“Bagi Ukraina, lolos ke Piala Dunia adalah sebuah mimpi. Rakyat kami menantikan kebahagiaan itu,” pungkasnya.
Pernyataan Shevchenko menegaskan bahwa dalam sepak bola modern, kualitas individu saja tidak cukup.
Kerja sama tim, fleksibilitas, dan sikap di lapangan menjadi kunci utama untuk meraih kesuksesan.
