RADARTASIK.ID – Legenda sepak bola dunia sekaligus mantan peraih Ballon d’Or, Andriy Shevchenko, memberikan pandangannya tentang perkembangan AC Milan saat ini.
Berbicara di ajang Legends Trophy, turnamen padel internasional yang mempertemukan para legenda sepak bola, Shevchenko menyoroti performa Rossoneri, persaingan di Serie A, hingga peran dua pemain kunci, Rafael Leao dan Christian Pulisic.
Shevchenko menilai bahwa musim ini berjalan kompetitif, dengan Inter Milan masih menjadi favorit utama dalam perebutan gelar.
Menurutnya, kedalaman skuad menjadi pembeda utama antara Inter dan Milan.
Baca Juga:Ulah Fans AC Milan dan Inter Buat Gattuso Tak Mau Italia Bermain di San SiroPaolo Di Canio: Leao Lebih Senang di Studio Rekaman dibandingkan di Lapangan
“Inter memiliki skuad yang jauh lebih lengkap, dengan pemain-pemain berkualitas di berbagai posisi. Mereka memang berada di depan. Tapi Milan juga menjalani musim yang sangat baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemenangan atas Torino menjadi momentum penting bagi Milan untuk bangkit, terutama setelah sempat terpukul oleh kekalahan dari Lazio.
Peran pelatih Massimiliano Allegri juga dinilai krusial dalam mengangkat mental tim.
“Kemenangan itu adalah langkah maju. Allegri mampu membangkitkan tim setelah kekalahan. Saya pikir Milan bisa memenangkan beberapa laga berikutnya dan memberi tekanan kepada Inter. Semuanya akan ditentukan dari pertandingan ke pertandingan,” jelasnya.
Shevchenko juga menyinggung soal penggunaan teknologi VAR dalam sepak bola modern dan menilai teknologi tersebut tetap penting, meskipun tidak selalu disukai semua pihak.
“Teknologi membantu, meskipun masih banyak yang tidak puas. Tapi semua harus dievaluasi dengan baik,” katanya.
Sorotan kemudian beralih ke Rafael Leao. Menurut Shevchenko, pemain asal Portugal itu bukanlah penyerang tengah murni, meski saat ini sering dimainkan di posisi tersebut.
Baca Juga:Arsenal Ancam Pupuskan Impian AC Milan Datangkan Leon GoretzkaAC Milan dan Juventus Berebut Datangkan Gabriel Jesus
“Leao bukan seorang striker alami. Dia sedang dimainkan di posisi yang bukan peran utamanya. Di beberapa pertandingan dia tampil baik, di lainnya tidak. Untuk menilai dia di posisi itu, perlu waktu,” paparnya.
Namun, ia menekankan bahwa faktor terpenting bukan hanya performa, tetapi juga sikap di lapangan.
“Anda boleh saja tampil buruk di satu pertandingan, tapi tidak boleh salah dalam sikap. Pemain harus selalu menunjukkan keinginan membantu tim,” tegasnya.
