Menurutnya, Leao terlihat menganggap sepak bola sebagai sesuatu yang biasa saja karena bakat alaminya.
Sementara itu, kesenangan utamanya justru terlihat berada di luar lapangan, seperti dunia musik dan fashion.
“Dia memberi kesan bahwa sepak bola hanyalah rutinitas. Dia datang ke lapangan hanya untuk bermain. Tapi kesenangan sejatinya mungkin ada di studio rekaman atau di panggung peragaan busana,” tambahnya.
Baca Juga:Arsenal Ancam Pupuskan Impian AC Milan Datangkan Leon GoretzkaAC Milan dan Juventus Berebut Datangkan Gabriel Jesus
Di Canio juga menyinggung gaya hidup Leao yang sempat tampil tanpa atasan dalam sebuah acara mode di musim dingin.
Meski mengakui fisik sang pemain luar biasa, ia mempertanyakan apakah hal tersebut mencerminkan profesionalisme yang tepat.
“Tidak masalah jika itu untuk sesi foto atau promosi brand. Tapi jika itu menjadi gaya hidup, apakah itu bisa diterima di level profesional?” katanya.
Lebih jauh, Di Canio menegaskan bahwa pendekatan modern terhadap pemain muda boleh saja berubah, tetapi disiplin tetap tidak boleh ditawar.
“Disiplin dan aturan tidak boleh berubah. Itu harus dihormati. Jika ingin membangun tim seperti Atletico Madrid, lihat bagaimana Diego Simeone bekerja. Pemain harus berlari, bertahan, dan berkorban untuk tim. Kalau tidak, mereka tidak akan bermain,” jelasnya.
Saat ditanya apakah Milan sebaiknya menjual Leao, Di Canio tidak memberikan jawaban pasti. Ia mengaku bukan pihak yang berwenang untuk mengambil keputusan tersebut.
“Kenapa Anda bertanya kepada saya? Saya bukan Igli Tare atau manajemen klub. Saya tidak mengatakan dia harus pergi. Bisa saja dia berubah secara drastis, dan saya akan menjadi orang pertama yang mengakui kesalahan saya dan menikmati bakatnya dalam bentuk terbaik,” pungkas Di Canio.
Baca Juga:Jurnalis Italia: Massara Akan Jadi Kambing Hitam Jika AS Roma Gagal Lolos ke Liga ChampionsMedia Italia: Spalletti Minta Juventus Rekrut Kapten AS Roma
Pernyataan ini kembali membuka perdebatan tentang konsistensi dan profesionalisme Leao, yang hingga kini tetap menjadi salah satu talenta paling menjanjikan di skuad Rossoneri, namun dinilai belum sepenuhnya mencapai potensi maksimalnya.
