RADARTASIK.ID – Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, mengungkapkan rencana masa depannya yang cukup mengejutkan.
Pria yang dikenal sebagai salah satu direktur terbaik di sepak bola Italia itu mengaku tertarik untuk tetap berkecimpung di dunia lapangan, bahkan membuka peluang menjadi pelatih setelah pensiun dari jabatan manajerial.
Pernyataan tersebut disampaikan Marotta saat menghadiri peluncuran buku Politica e Pensiero karya Alessandro Casarin.
Baca Juga:Paolo Di Canio: Leao Lebih Senang di Studio Rekaman dibandingkan di LapanganArsenal Ancam Pupuskan Impian AC Milan Datangkan Leon Goretzka
Dalam kesempatan itu, ia tidak hanya berbicara soal sepak bola profesional, tetapi juga menyoroti peran olahraga sebagai sarana pendidikan dan pembentukan karakter.
“Sepak bola adalah sekolah kehidupan yang luar biasa. Di dalamnya kita belajar menang dan kalah. Ketika saya menjadi seorang direktur, saya memikul tanggung jawab besar,” ujar Marotta dikutip dari Calciomercato.
Ia menyoroti bahwa publik sering kali terlalu fokus pada hasil pertandingan, seperti performa Inter maupun AC Milan, tanpa memahami tanggung jawab besar di balik sebuah klub.
“Orang hanya membicarakan hasil pertandingan Inter atau Milan, tapi melupakan tanggung jawab yang ada. Di Inter, ada sekitar 700 anak muda yang setiap hari berlatih di fasilitas kami. Kami bukan hanya klub, tetapi juga tempat pembinaan dan pendidikan,” jelasnya.
Menurut Marotta, sepak bola memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibanding sekadar kompetisi.
Ia menekankan bahwa tidak semua pemain muda akan menjadi pesepak bola profesional, sehingga klub memiliki peran penting dalam mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan di luar lapangan.
“Sepak bola adalah proses seleksi. Hanya sedikit yang akan mencapai level profesional. Tugas kami adalah mendampingi mereka, bukan hanya menuju karier sepak bola, tetapi juga kehidupan mereka secara keseluruhan,” tambahnya.
Baca Juga:AC Milan dan Juventus Berebut Datangkan Gabriel JesusJurnalis Italia: Massara Akan Jadi Kambing Hitam Jika AS Roma Gagal Lolos ke Liga Champions
Marotta juga mengkritik cara pandang sebagian pemain dan orang tua yang terlalu menitikberatkan hasil dibanding proses perkembangan.
“Tidak semua pemain memahami bahwa olahraga adalah sarana pertumbuhan, bukan hanya soal hasil. Bahkan kami harus mengadakan kursus untuk orang tua agar mereka memahami bahwa olahraga adalah alat pendidikan, bukan sekadar fisik,” ungkapnya.
