TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Arus balik Lebaran dari wilayah Tasikmalaya menuju Bandung kembali diuji.
Jalur Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, berubah jadi “parkiran berjalan” pada Selasa (24/3/2026).
Antrean kendaraan dari arah timur menuju Bandung mengular hingga sekitar 12 kilometer.
Baca Juga:Sampah Malam Takbiran di Kota Tasikmalaya Tembus 30 Meter KubikKetika Kelelahan Mudik saat Lintasi Tasikmalaya, Ayah Tinggalkan Anak Tanpa Sadar
Lonjakan volume kendaraan dari Jawa Tengah dan wilayah Tasikmalaya ke arah barat menjadi pemicu utama.
Tanjakan Gentong—yang saban tahun langganan macet—kembali menunjukkan wataknya sebagai bottleneck klasik di jalur selatan Jawa Barat.
Pantauan di lapangan, ekor kemacetan bahkan sudah menyentuh Fly Over Rajapolah, perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis.
Kendaraan merayap tanpa irama, sesekali tersendat seperti kehabisan napas di titik-titik penyempitan.
Situasi ini memaksa Satlantas Polres Tasikmalaya Kota turun tangan dengan skema rekayasa lalu lintas.
Pengalihan arus dilakukan di Simpang Empat Panyusuhan, Kecamatan Ciawi.
Kendaraan yang hendak menuju Bandung dipaksa “putar haluan” keluar dari jalur utama Gentong.
Pemudik kemudian diarahkan melewati Jalan Baru Cisinga, lalu diteruskan ke wilayah Kabupaten Garut melalui jalur Singaparna.
Baca Juga:PR Zero Alkohol Masih Mengintip: 5.555 Botol Miras Dimusnahkan di Kota TasikmalayaSasana Boxing Rangkul Anak Muda Kota Tasikmalaya, Tebar Ratusan Takjil di Jalan Raya
Jalur alternatif ini jadi opsi darurat untuk mengurangi beban kendaraan di tanjakan Gentong yang kerap tak ramah volume.
Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Riki Kustiawan, mengungkapkan kemacetan panjang dipicu sejumlah titik penyempitan ruas jalan.
Area Lingkar Gentong hingga jalur Ciawi–Sukamantri disebut sebagai titik rawan perlambatan yang tak pernah benar-benar “sembuh”.
“Kami memiliki trouble spot di area Lingkar dan Tanjakan Gentong, itu jadi penyebab utama kemacetan,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, polisi juga memberlakukan sistem satu arah (one way) secara situasional sejak dini hari.
Rekayasa ini bahkan sudah diterapkan hingga tiga kali di perbatasan Tasikmalaya–Malangbong, Kabupaten Garut.
“Per hari ini, sistem one way sudah diberlakukan tiga kali,” katanya.
Koordinasi lintas wilayah pun dilakukan dengan Polres Tasikmalaya, Ciamis, dan Garut.
Skema pengalihan arus disiapkan sebagai langkah berjaga-jaga, jika Gentong kembali “menyerah” pada gelombang arus balik.
