GARUT, RADARTASIK.ID – Kawasan wisata di Kabupaten Garut kembali dipadati pengunjung saat libur Lebaran 2026.
Salah satu titik yang mengalami lonjakan wisatawan adalah kawasan Darajat Garut, yang dikenal dengan daya tarik wisata alam dan pemandian air panasnya.
Sejak lama, Garut menjadi destinasi favorit saat musim liburan.
Keindahan alamnya yang beragam, mulai dari pegunungan, pantai, danau, hingga air terjun, menjadikan daerah ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Baca Juga:Ancang-Ancang, Pariwisata Garut Siap Sambut Libur LebaranArus Mudik Meningkat, Polres Garut Mulai Obral One Way di Jalur Limbangan
Sejumlah objek wisata unggulan seperti kawasan pemandian air panas di Cipanas dan Darajat, serta danau legendaris seperti Situ Cangkuang dan Situ Bagendit turut memperkuat daya tarik tersebut.
Tak hanya itu, pesona pantai selatan Garut seperti Pantai Sayang Heulang, Pantai Santolo, hingga Pantai Rancabuaya juga menjadi destinasi favorit wisatawan.
Sementara itu, wisata pegunungan seperti Gunung Papandayan, Gunung Cikuray, dan Gunung Guntur menawarkan pengalaman alam yang menenangkan.
Pada puncak libur Lebaran tahun ini, ribuan wisatawan memadati kawasan Darajat, khususnya di Kecamatan Pasirwangi.
Berdasarkan data yang dihimpun aparat kepolisian, jumlah pengunjung tercatat cukup tinggi.
Objek wisata Darajat Pass menjadi lokasi paling ramai dengan sekitar 1.350 pengunjung.
Angka tersebut diikuti oleh Awit Darajat yang dikunjungi sekitar 425 orang, serta Puncak Darajat dengan 335 pengunjung.
Baca Juga:Dosen Unsil Kenalkan Teknologi IoT untuk Monitoring Nira Aren di SalawuHindari Kebiasaan Pegang Behel Belakang, Ini Cara Aman Berboncengan Sepeda Motor
Meningkatnya aktivitas wisatawan mendorong aparat kepolisian dari Polres Garut bersama jajaran Polsek Pasirwangi untuk memperketat pengamanan.
Kapolsek Pasirwangi, Iptu Wahyono Aji, menyampaikan, pihaknya meningkatkan patroli dialogis di sejumlah titik wisata guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Patroli tersebut dilakukan dengan menyambangi langsung para wisatawan, pengelola, serta pedagang di kawasan wisata.
Selain memantau situasi, petugas juga memberikan imbauan secara humanis agar pengunjung tetap waspada terhadap barang bawaan, mematuhi aturan yang berlaku, serta mengutamakan keselamatan selama berwisata.
“Patroli dialogis ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas di kawasan wisata,” kata Iptu Wahyono Aji, Senin, 23 Maret 2026.
Kehadiran polisi di tengah keramaian dinilai penting untuk mengantisipasi tindak kriminalitas serta memastikan respons cepat jika terjadi keadaan darurat.
