Lebaran Menggeliatkan Kembali Mobilitas di Terminal Singaparna Kabupaten Tasikmalaya

Terminal Singaparna
Petugas mencatat keluar-masuk angkutan di Terminal Tipe B Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, selama Lebaran. (Dok. Terminal Singaparna)
0 Komentar

Suhendar menuturkan, lonjakan pada H+1 dipicu oleh dimulainya arus balik masyarakat setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.

Ia menyebutkan, puncak arus balik memang lazim terjadi setelah hari raya, dan tahun ini terlihat jelas pada H+1.

Secara keseluruhan, selama periode pemantauan arus mudik dan balik, total keberangkatan mencapai 9.617 penumpang dengan 1.623 kendaraan.

Rata-rata per hari tercatat sekitar 1.185 penumpang dan 164 kendaraan.

Baca Juga:TPA Nangkaleah di Kabupaten Tasikmalaya TerbakarKetika Kelelahan Mudik saat Lintasi Tasikmalaya, Ayah Tinggalkan Anak Tanpa Sadar

Dari sisi komposisi, penumpang didominasi oleh angkutan lokal seperti angkot/andes sebanyak 6.285 orang.

Disusul oleh AKDP sebanyak 2.128 penumpang dan AKAP sebanyak 1.204 penumpang.

Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat di wilayah Tasikmalaya masih didominasi perjalanan jarak pendek hingga menengah, dengan angkutan lokal tetap menjadi tulang punggung transportasi, terutama saat momentum Lebaran.

Ia memastikan seluruh layanan selama arus mudik dan balik berjalan lancar berkat koordinasi lintas instansi, termasuk dengan kepolisian dan dinas perhubungan.

“Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih matang serta memilih waktu keberangkatan dan kedatangan yang tidak berdekatan dengan puncak arus guna menghindari kepadatan ekstrem,” ungkapnya. (Radika Robi Ramdani)

0 Komentar