Fantastis, Veda Ega Pratama Start di Posisi 4 Moto3 Brasil di Sirkuit Internasional Ayrton Senna

Veda Ega Pratama Start di Posisi 4 Moto3 Brasil di Sirkuit Internasional Ayrton Senna
Fantastis, Veda Ega Pratama Start di Posisi 4 Moto3 Brasil di Sirkuit Internasional Ayrton Senna. Foto: Persib
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Fajar belum sepenuhnya pecah ketika deru mesin Moto3 membelah udara di Sirkuit Internasional Ayrton Senna.

Namun, dari lintasan yang masih menyimpan sisa dingin malam itu, satu nama dari Indonesia mulai menghangatkan persaingan: Veda Ega Pratama.

Pada sesi kualifikasi Moto3 Brasil 2026, pembalap muda milik Honda Team Asia tersebut tidak sekadar tampil—ia menekan batas.

Baca Juga:Sinyal Veda Ega Pratama Podium di Moto3 Brasil Menguat, Tembus Posisi 3 dan Q2Striker Persija Jakarta Ini Tak Mau Larut dalam Kesedihan, Meminta Maaf kepada The Jakmania Usai Gagal Penalti

Putaran demi putaran ia bangun dengan presisi, hingga akhirnya mengunci posisi start keempat, sebuah capaian yang menempatkannya tepat di ambang barisan terdepan.

Selisih waktunya menjadi cerita tersendiri. Veda hanya terpaut +0,265 detik dari pole sitter, Joel Esteban, yang mencatatkan lap terbaik 1 menit 26,24 detik.

Jarak itu begitu tipis dalam konteks Moto3—kelas yang dikenal brutal dalam persaingan, di mana sepersekian detik kerap menentukan nasib.

Bahkan, peluang untuk memulai dari front row nyaris ia genggam. Ia tertinggal sekitar 0,058 detik saja dari Hakim Danish yang menempati posisi ketiga.

Di antara keduanya, Valentin Perrone menyelinap di posisi kedua, menambah rapatnya barisan depan yang akan menjadi pusat pertarungan sejak lampu start padam.

Performa Veda sepanjang kualifikasi memperlihatkan kedewasaan yang tumbuh cepat.

Ia tidak hanya cepat, tetapi juga konsisten—dua kualitas yang kerap sulit dipadukan di usia muda.

Dengan karakter Moto3 yang mengandalkan slipstream, keberanian late braking, serta kecermatan membaca ritme grup, posisi start keempat membuka ruang taktis yang sangat besar.

Baca Juga:Bek Persib Bersiap Tampil di Playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026, Jadi Idola Bobotoh di Skuad Bojan HodakMomen Lebaran bagi Pemain Senior Persib Bandung Dedi Kusnandar, Berkumpul dengan Keluarga

Di balik catatan waktu itu, Veda menilai hasil kualifikasi sebagai langkah positif.

Ia mengisyaratkan bahwa jarak waktunya dengan para pembalap terdepan menunjukkan dirinya mampu bersaing di level ini.

Ia juga memandang peluang untuk bertarung di grup depan terbuka lebar, selama mampu menjaga ritme sejak awal lomba.

Persaingan yang begitu ketat di sesi kualifikasi menjadi isyarat kuat bahwa balapan utama akan berlangsung tanpa jeda.

Grup depan diperkirakan akan bergerombol dalam selisih waktu yang sangat rapat, membuat setiap keputusan—menyalip, bertahan, atau memilih racing line—menjadi krusial.

Bagi Veda, start dari posisi keempat bukan sekadar angka di grid.

0 Komentar