RADARTASIK.ID – Duel antara Fiorentina dan Inter Milan pada Senin (23/3) pukul 02.45 WIB diprediksi berlangsung sengit.
Tidak hanya soal perebutan poin penting di Serie A, tetapi juga persaingan di lini depan Nerazzurri, di mana Marcus Thuram dan Ange-Yoan Bonny bersaing untuk menjadi tandem Francesco Pio Esposito.
Pelatih Cristian Chivu dihadapkan pada pilihan sulit. Di satu sisi, Thuram adalah striker utama Inter, namun performanya belakangan menurun.
Baca Juga:Incar Kiper Tottenham, Petinggi Inter Terbang ke LondonTak Terima Gelar Piala Afrika Diserahkan ke Maroko, Pelatih Senegal Pamer Piala bersama Tentara
Penyerang asal Prancis itu baru mencetak dua gol dalam sepuluh laga terakhir di Serie A, angka yang jauh dari ekspektasi untuk pemain sekelasnya.
Namun, Bonny pun tidak berada dalam kondisi yang lebih baik. Mantan pemain Parma itu hanya mampu mencetak satu gol dalam 17 pertandingan terakhir di liga.
Gol tersebut bahkan tercipta dalam situasi yang tidak terlalu menentukan, sehingga kontribusinya masih dipertanyakan.
Meski demikian, Bonny—yang dijuluki “Angelo” oleh rekan setimnya—tetap mendapat kepercayaan dari Chivu.
Sang pelatih melihat adanya potensi besar dalam diri pemain muda tersebut, terutama dalam hal efektivitas saat diberi kesempatan bermain, meskipun durasinya terbatas.
Masalah fisik memang sempat mengganggu performa Bonny, tetapi tidak cukup menjadi alasan utama atas inkonsistensinya.
Tekanan sebagai pemain yang kini harus tampil lebih sering juga diduga memengaruhi performanya.
Baca Juga:Blerim Dzemaili: Saya Menolak AC Milan demi Bolton, Betapa Bodohnya SayaBeppe Marotta Akui Inter Seperti Kelinci yang Diburu: Lebih Mudah Jadi Pemburu
Dalam situasi seperti ini, kemampuan seorang striker untuk tetap efektif meski tidak berada dalam kondisi terbaik menjadi faktor penting yang harus segera diperbaiki.
Di tengah ketidakpastian di lini depan, Inter sangat merasakan absennya Lautaro Martinez.
Kapten tim tersebut mengalami cedera otot betis saat menghadapi Bodo/Glimt, dan sejak saat itu performa Inter menurun drastis.
Kekalahan di leg kedua, hasil buruk di derby, serta hasil imbang melawan Atalanta menjadi bukti betapa pentingnya peran Lautaro.
Tanpa kehadirannya, lini serang Inter kehilangan sosok pemimpin yang mampu membuat perbedaan di momen krusial.
Beruntung, Lautaro tidak dipanggil ke tim nasional sehingga bisa fokus penuh pada pemulihan. Namun, peluangnya tampil melawan Fiorentina masih sangat kecil.
