Tak Terima Gelar Piala Afrika Diserahkan ke Maroko, Pelatih Senegal Pamer Piala bersama Tentara

Senegal
Pelatih  Senegal, Pape Thiaw  terlihat memegang trofi Piala Afrika sambil dikelilingi oleh personel militer. Foto: Tangkapan layar X
0 Komentar

Dalam unggahan emosional di Instagram, ia menyoroti persoalan yang lebih besar dari sekadar hasil pertandingan.

“Apa yang terjadi sudah keterlaluan. Ini bukan sepak bola yang kita perjuangkan, ini bukan Afrika yang kita yakini,” tulis Mané.

Ia juga menyinggung isu korupsi yang menurutnya masih membayangi sepak bola di benua Afrika.

Baca Juga:Beppe Marotta Akui Inter Seperti Kelinci yang Diburu: Lebih Mudah Jadi PemburuDaftar Pemain Gratisan yang Diburu Juventus: dari Lewandowski hingga Spinazzola

“Terlalu banyak korupsi dalam sepak bola kita. Ini membunuh gairah jutaan penggemar. Para pemain sudah memberikan segalanya di lapangan, tetapi keputusan di luar lapangan yang menentukan hasil akhir,” lanjutnya.

Tak hanya dari pemain, reaksi keras juga datang dari pelatih tim nasional Senegal, Pape Thiaw.

Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, Thiaw terlihat memegang trofi Piala Afrika sambil dikelilingi oleh personel militer di sebuah pangkalan.

Aksi tersebut menjadi simbol perlawanan Senegal terhadap keputusan CAF.

Meski badan sepak bola Afrika itu telah memerintahkan pengembalian trofi, pihak Senegal tampaknya belum berniat untuk mematuhinya sebelum ada keputusan final dari CAS.

Kontroversi ini tidak hanya mencoreng hasil kompetisi, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar tentang transparansi dan integritas sepak bola Afrika.

Kini, perhatian publik tertuju pada proses hukum di Lausanne yang akan menentukan siapa pemilik sah gelar Piala Afrika 2025.

Satu hal yang pasti, kasus ini telah menjadi preseden besar dan bisa berdampak panjang terhadap kepercayaan publik terhadap otoritas sepak bola di Afrika.

0 Komentar