Blerim Dzemaili: Saya Menolak AC Milan demi Bolton, Betapa Bodohnya Saya

Blerim Dzemaili
Blerim Dzemaili Foto: Tangkapan layar Instagram@b.dzemaili
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Mantan gelandang timnas Swiss, Blerim Dzemaili, mengungkapkan salah satu keputusan paling disesalinya sepanjang karier profesional.

Kini berstatus sebagai komentator televisi, Dzemaili berbicara kepada RSI dan mengenang momen penting di bursa transfer yang mengubah arah perjalanan kariernya.

Pemain kelahiran 1986 itu mengaku pernah memiliki peluang emas untuk bergabung dengan raksasa Italia, AC Milan, pada tahun 2007.

Baca Juga:Daftar Pemain Gratisan yang Diburu Juventus: dari Lewandowski hingga SpinazzolaKeluarga Rafael Leao Tak Cocok dengan Tawaran Gaji dan Bonus Terbaru dari AC Milan

Namun, alih-alih memilih Rossoneri, ia justru memutuskan merapat ke klub Inggris, Bolton Wanderers.

“Saya sebenarnya bisa saja pergi ke Milan pada 2007, tetapi saya lebih memilih Bolton. Ketika saya memikirkannya sekarang, saya berkata pada diri sendiri: ‘Betapa bodohnya saya!’,” ungkap Dzemaili.

Keputusan tersebut, menurutnya, dipengaruhi oleh latar belakang dan preferensi sepak bola yang ia konsumsi sejak kecil.

Tumbuh di wilayah Swiss berbahasa Jerman, Dzemaili lebih akrab dengan atmosfer Liga Primer Inggris dan Bundesliga dibandingkan Serie A Italia.

“Di Swiss yang berbahasa Jerman, Anda tumbuh dengan menonton Liga Inggris dan Bundesliga. Itu sebabnya saya memilih pergi ke Inggris. Tapi sekarang saya sadar, itu adalah sebuah kesalahan,” lanjutnya.

Perjalanan karier Dzemaili sendiri dimulai dari akademi FC Zürich.

Ia promosi ke tim utama pada awal 2000-an dan langsung menunjukkan potensinya sebagai gelandang enerjik dengan kemampuan distribusi bola yang baik.

Baca Juga:Temui Jorge Mendes, Juventus Mulai Bergerak untuk Datangkan Bernardo SilvaAtalanta Dibantai Bayern Munchen 10-2, Legenda AC Milan: Jangan Ratapi Kekalahan

Bersama Zürich, ia meraih gelar liga domestik sebelum menarik perhatian klub-klub Eropa.

Pada 2007, ia hijrah ke Bolton Wanderers. Namun, kariernya di Inggris tidak berjalan mulus.

Cedera serius menghambat perkembangannya, sehingga ia kesulitan mendapatkan tempat utama dan gagal menunjukkan performa terbaiknya di Premier League.

Setelah periode yang kurang memuaskan di Inggris, Dzemaili memutuskan kembali ke Italia—negara yang sempat ia tolak.

Ia bergabung dengan Torino, sebelum kemudian memperkuat Parma. Penampilannya yang konsisten di Serie A mulai mengangkat kembali reputasinya sebagai gelandang tangguh.

Karier Dzemaili mencapai salah satu puncaknya saat membela Napoli.

Bersama klub asal Naples tersebut, ia menjadi bagian penting dalam skuad yang bersaing di papan atas Serie A dan kompetisi Eropa.

0 Komentar