Di sisi lain, kisah haru datang dari Toto, salah seorang pekerja yang terpilih berangkat umroh.
Ia mengaku tak pernah menyangka namanya keluar sebagai penerima hadiah tersebut.
“Saya sangat terharu dan bersyukur,” ujarnya.
Sejak bekerja pada 2018, Toto hanya menyimpan harapan sederhana—suatu saat ada keluarga yang bisa berangkat ke Tanah Suci.
Baca Juga:ikuti Rukyat Global, PPIK Rayakan Idul Fitri Lebih Dulu di Kota TasikmalayaViman Minta Maaf dan Ungkap Alasan THR ASN Kota Tasikmalaya Belum Cair PenuhÂ
Namun takdir berkata lain, justru dirinya yang lebih dulu mendapat kesempatan.
Ia dijadwalkan berangkat pada Oktober mendatang. Di balik senyumnya, terselip doa agar perusahaan tempatnya bekerja terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas.
Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana sektor swasta bisa mengambil peran di tengah keterbatasan jangkauan bantuan formal.
Sebab, bagi sebagian pekerja informal di Kota Tasikmalaya, THR bukan sekadar tradisi tahunan—melainkan kabar yang benar-benar ditunggu, bahkan kadang tak selalu datang. (ayu sabrina barokah)
