RADARTASIK.ID— Di tengah perjalanan panjang kompetisi yang menguras tenaga dan emosi, Persib Bandung memilih menepi sejenak.
Satu poin yang mereka bawa pulang dari markas Borneo FC Samarinda bukan sekadar angka di papan klasemen, melainkan penegasan bahwa laju mereka masih stabil di puncak BRI Super League 2025/26 hingga pekan ke-25.
Pelatih Bojan Hodak segera mengambil keputusan yang tak kalah penting dari strategi di lapangan: memberi jeda.
Baca Juga:Usai Gagal Menang di Kandang, Persija Solidkan Skuad untuk Menghadapi Laga-Laga Penting di DepanTiba-Tiba Adam Alis Minta Maaf Usai Cetak Gol Bersejarah untuk Persib Bandung di Markas Borneo FC
Ia memanfaatkan kalender FIFA Match Day akhir Maret untuk meliburkan skuad selama sepekan—sebuah kemewahan waktu di tengah padatnya ritme musim, terlebih setelah Persib juga bertarung di AFC Champions League Two 2025/26.
Sang pelatih asal Kroasia itu menilai, jeda ini bukan sekadar libur, melainkan kebutuhan mendesak.
Ia menuturkan bahwa tim memberikan waktu istirahat satu minggu karena kompetisi tengah berhenti sejenak, sementara kondisi pemain sudah sangat terkuras.
Menurutnya, meski sebelumnya sempat ada jeda, tim tetap menjalani pertandingan di level Asia, sehingga kelelahan fisik dan mental tak terhindarkan.
Karena itu, ia menilai para pemain membutuhkan waktu untuk memulihkan diri sepenuhnya.
Di balik keputusan tersebut, terselip harapan sederhana: para pemain kembali menjadi manusia biasa untuk sejenak.
Bojan Hodak menginginkan anak asuhnya menikmati waktu bersama keluarga, terutama dalam suasana Idulfitri yang sarat makna.
Baca Juga:Cocok untuk Lebaran, Daftar Harga Koleksi Persib x Weekend Offender yang Bisa Dimiliki BobotohSemakin di Depan, Persib Kolaborasi dengan Streetwear Inggris Weekend Offender yang Lekat Kultur Tribun Eropa
Ia mengisyaratkan bahwa melupakan sepak bola sejenak justru akan menjadi bekal penting saat mereka kembali, menyongsong fase krusial penentuan gelar dengan energi yang lebih jernih dan semangat yang diperbarui.
Dengan sembilan laga tersisa, Persib masih memimpin perburuan gelar dengan 58 poin—unggul empat angka dari Borneo FC, sementara Persija Jakarta terus membayangi di belakang.
Persaingan belum selesai, justru memasuki babak paling menentukan.
Di sisi lain ibu kota, Persija juga memilih ritme yang serupa: menarik napas panjang.
Setelah menuntaskan laga pekan ke-25 menghadapi Dewa United Banten FC di Jakarta International Stadium, tim berjuluk Macan Kemayoran menghentikan rutinitas latihan sejenak.
Pelatih Mauricio Souza mengambil pendekatan yang penuh empati.
