Masuk Puncak Arus Mudik, Kabupaten Tasikmalaya Kebut Penambalan Jalan dan Siagakan Tim Bencana

mudik Tasikmalaya
Personel Unit Reaksi Cepat (URC) DPUTRLH menambal lubang jalan di Pasar Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya melalui Unit Reaksi Cepat (URC) menyiagakan personel dan armada untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Kesiapsiagaan ini dijalankan melalui strategi terpadu bertajuk Mudik Aman Lebaran 1447 H yang mencakup penanganan infrastruktur jalan, mitigasi bencana, pelayanan publik, hingga kebersihan lingkungan di jalur-jalur padat pemudik.

Kabid Jalan dan Jembatan, Ir. Risnandar Nurdianto, ST, MT melalui Wildan Nuruzzaman, ST, tenaga fungsional pada bidang Jalan dan Jembatan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, mengatakan langkah ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan maksimal.

Baca Juga:Idul Fitri dan Perayaan Kemenangan Sejati KemanusiaanRatusan Pedagang UMKM Jabodetabek Ikut Mudik Gratis Pupuk Kujang

“Kami memastikan seluruh personel dan peralatan siap siaga, terutama di jalur-jalur yang menjadi prioritas mudik. Perbaikan dilakukan secara cepat dan terukur agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Wildan menjelaskan, URC DPUTRLH menjalankan Program Tambal Cepat Mantap (TCM) untuk memperbaiki lubang jalan di sejumlah jalur strategis. Selain itu, alat berat disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi potensi bencana seperti longsor.

Di sisi lain, pelayanan publik diperkuat melalui pembentukan satgas penanganan sampah dan optimalisasi pengangkutan di kawasan padat. Kegiatan ini melibatkan personel URC DPUTRLH, didukung UPTD termasuk UPTD Alat Berat (Alkal) Cisayong.

Perbaikan difokuskan di sejumlah jalur prioritas mudik seperti Ciawi, Sukaratu, Singaparna, Sukaraja, Cikatomas, Taraju, Karangnunggal, hingga Manonjaya, yang selama ini menjadi titik vital dengan tingkat kerawanan kerusakan jalan cukup tinggi.

“Kesiapsiagaan ini mulai digencarkan menjelang puncak arus mudik dan akan berlangsung selama periode Lebaran 1447 H, termasuk saat arus balik,” katanya.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan akibat kerusakan jalan maupun gangguan lingkungan seperti sampah dan bencana alam.

Melalui Program TCM, perbaikan dilakukan secara cepat di titik-titik berlubang pada jalur strategis seperti Ciawi, Singaparna, dan Karangnunggal. Sementara itu, alat berat seperti ekskavator dan loader disiagakan di UPTD Alkal Cisayong untuk penanganan darurat longsor atau hambatan jalan lainnya.

0 Komentar