Atalanta Dibantai Bayern Munchen 10-2, Legenda AC Milan: Jangan Ratapi Kekalahan

Clarence Seedorf
Clarence Seedorf Foto: Tangkapan layar Instagram@acmilan
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Kekalahan telak yang dialami Atalanta di Liga Champions semakin terasa pahit setelah mereka kembali takluk dari Bayern Munchen pada leg kedua babak 16 besar.

Bermain di Allianz Arena, Bayern tampil tanpa hambatan berarti saat menjamu wakil Italia tersebut.

Raksasa Bundesliga itu menang meyakinkan 4-1, sekaligus memastikan kelolosan ke perempat final dengan agregat mencolok 10-2.

Baca Juga:Tak Lagi Diundi, Ini Cara Menentukan Tim Unggulan di Babak Perempat Final Liga ChampionsBoban Akui AC Milan Hampir Rekrut Dominik Szoboszlai: Kami Sebenarnya Sudah Menutup Kesepakatan Itu

Dua gol dari Harry Kane membuka dominasi tuan rumah, masing-masing dicetak pada menit ke-26 dan 54.

Bayern kemudian menambah keunggulan melalui Karl dan Luis Diaz. Atalanta hanya mampu mencetak gol hiburan lewat Lazar Samardzic di menit ke-85.

Kemenangan ini membawa Bayern Munchen melangkah ke babak perempat final, di mana mereka akan menghadapi raksasa Spanyol, Real Madrid, dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu laga terbesar di fase berikutnya.

Meski hasilnya sangat berat, legenda sepak bola yang pernah memperkuat AC Milan, Real Madrid, dan Inter Milan, Clarence Seedorf, mengingatkan bahwa kekalahan besar tidak boleh mengubah jati diri sebuah tim.

Berbicara kepada Amazon Prime Video, Seedorf menekankan bahwa dalam sepak bola, hasil buruk bisa datang kapan saja, bahkan ketika sebuah tim sedang berada dalam kondisi terbaik.

“Kadang Anda bisa menerima pukulan telak, tetapi itu tidak boleh mengubah identitas Anda, apa yang sudah Anda bangun, atau kondisi Anda saat ini. Ada momen ketika Anda bermain sangat baik, namun tetap kalah dalam pertandingan yang sulit dipercaya,” ujar Seedorf.

Menurutnya, Atalanta merupakan klub dengan fondasi yang kuat, baik dari segi manajemen, pemain, maupun kultur tim yang sudah terbentuk dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:Hasil Liga Champions: Bayern Munchen Akan Hadapi Real Madrid, Liverpool vs PSGSiapa David Stuckler? Top Skor Serie C Berdarah Iran yang Jadi Incaran Inter Milan

Hal tersebut dinilai menjadi modal penting untuk bangkit dari kekalahan tanpa harus larut dalam kekecewaan.

“Klub, para pemain, dan lingkungan Atalanta sudah sangat solid. Salah satu karakter mereka adalah mampu segera bangkit dan menatap ke depan. Itu adalah kekuatan yang dibangun selama bertahun-tahun,” tambahnya.

Seedorf juga mengingatkan pengalamannya sendiri saat masih aktif bermain, terutama ketika AC Milan kalah dramatis dari Liverpool di final Liga Champions 2005.

0 Komentar