Ato menegaskan promosi wisata tidak bisa dilakukan secara individual, melainkan harus melalui kolaborasi lintas daerah dan sektor, dengan memperluas jangkauan promosi ke kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, hingga Yogyakarta.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, pengelola wisata, dan masyarakat dalam membangun pariwisata berkelanjutan.
“Bukan hanya hotel dan restoran, tetapi juga infrastruktur, birokrasi, serta kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan wisata harus berjalan bersama,” pungkasnya. (Agi Sugiana)
