Untuk memastikan keberangkatan tepat waktu, Laras bersama anggotankeluarganya memilih menginap di sekitar lokasi keberangkatan.
Hal senada disampaikan Zaenal Muttaqien (41). Perantau asal Garut ini mengaku telah dua kali mengikuti program mudik gratis Pupuk Kujang bersama istri dan kedua anaknya.
“Lebih nyaman, tidak perlu antre atau berdesakan seperti di terminal,” ujar dia.
Baca Juga:Kisah Pemudik Asal Tasik Dua Hari Arungi Mudik Bogor-Tasik Pakai Motor RongsokArus Mudik Meningkat, Polres Garut Mulai Obral One Way di Jalur Limbangan
Ia menilai perjalanan menggunakan armada mudik gratis juga lebih efisien. Bus tidak berhenti terlalu lama di jalan, sehingga waktu tempuh menjadi lebih singkat.
“Kita tinggal duduk saja, tidak perlu berdiri atau khawatir soal keamanan. Perjalanan juga terasa lebih cepat,” ujar dia bangga. (JSN)
