“Dari dulu kaki lima memang ada. Tapi dulu jam delapan atau sembilan sudah bubar. Sekarang mah bebas. Pedagang di dalam cuma bisa pasrah,” keluhnya.
Belum lagi kondisi infrastruktur pasar yang dinilai kurang mendukung. Jalan yang rusak membuat pembeli enggan masuk ke dalam area pasar.
“Orang jadi malas masuk. Ya pembeli habis di luar,” tambahnya.
Baca Juga:Pemancing Hilang di Kota Tasikmalaya Ditemukan, Sungai Ciwulan Tak Banyak BicaraJudul Konser Berubah-ubah, Netizen Kota Tasikmalaya Kian Ramai Menyentil
Ironisnya, tekanan tak berhenti di situ. Kehadiran toko-toko besar di sekitar kawasan Pasar Cikurubuk—yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan terbesar di Priangan Timur—kian memperketat persaingan.
Di tengah harga yang terus merangkak naik, pedagang kecil justru harus bertarung di banyak sisi: melawan inflasi, melawan sistem distribusi, dan kini melawan halaman pasar yang tak lagi berpihak. (ayu sabrina barokah)
