RADARTASIK.ID – Paris Saint-Germain tampil luar biasa saat menghancurkan Chelsea dalam dua leg babak 16 besar Liga Champions 2025/2026.
Setelah menang 5-2 di Parc des Princes, raksasa Prancis itu kembali berpesta gol dengan kemenangan 3-0 di Stamford Bridge, memastikan agregat telak 8-2.
Dominasi PSG benar-benar tak terbendung. Khvicha Kvaratskhelia menjadi bintang utama dengan torehan tiga gol dalam dua leg, sementara Bradley Barcola dan Senny Mayulu masing-masing menyumbang gol pada leg kedua di London.
Baca Juga:Anak Ancelotti Masuk Daftar Kandidat Pengganti Fabregas Jika Tinggalkan ComoBikin Ulah di Ruang Ganti, AC Milan Siap Jual Leao Rp1,36 Triliun
Hasil ini menjadi salah satu kekalahan paling memalukan dalam sejarah Chelsea di kompetisi Eropa.
Untuk pertama kalinya, The Blues kebobolan hingga delapan gol dalam satu fase gugur dua leg—sebuah catatan kelam yang sulit dilupakan oleh para pendukung mereka.
Ironisnya, beberapa bulan sebelumnya Chelsea sempat mengalahkan PSG di final Piala Dunia Antarklub.
Namun dalam duel kali ini, tim asal Paris menunjukkan kelasnya dan membalas dengan cara yang sangat menyakitkan.
Sejak awal pertandingan leg kedua, situasi sudah tampak sulit bagi tuan rumah.
Gol cepat Kvaratskhelia yang lahir dari kesalahan lini belakang langsung meredam semangat publik Stamford Bridge.
Harapan untuk melakukan comeback perlahan sirna ketika Barcola menggandakan keunggulan, membuat atmosfer stadion berubah drastis menjadi hening.
Baca Juga:Duet Leao dan Pulisic Tak Manjur, AC Milan Disarankan Pakai Formasi 4-3-317 Maret 13 Tahun Silam, Totti Patahkan Rekor Gol Gunnar Nordahl di Olimpico
Puncak kekecewaan terjadi saat Mayulu mencetak gol ketiga pada menit ke-62.
Gol tersebut bukan hanya memastikan kemenangan PSG, tetapi juga menjadi titik di mana banyak suporter Chelsea memilih menyerah.
Dengan lebih dari 30 menit waktu tersisa, ribuan fans mulai meninggalkan stadion, berjalan menuju pintu keluar dengan wajah kecewa.
Menjelang menit ke-80, Stamford Bridge sudah terlihat hampir setengah kosong.
Namun pemandangan itu justru dimanfaatkan oleh para pendukung PSG yang tetap bertahan di tribun.
Mereka dengan lantang melancarkan ejekan khas sepak bola Inggris, menyanyikan “Eeeh Goodbye!” sambil melambaikan tangan ke arah suporter tuan rumah yang pergi lebih awal.
Aksi tersebut menjadi momen simbolik dari dominasi total PSG, sekaligus mempertegas kontras antara kedua tim pada malam itu.
