Hasil evaluasi menunjukkan respons positif dari peserta dengan penilaian yang masuk kategori baik hingga sangat baik.
Hal ini mencerminkan tingginya antusiasme serta kerja sama masyarakat dalam mengadopsi teknologi baru.
Meski demikian, sebagian peserta masih menghadapi kendala dalam memahami teknologi karena belum terbiasa menggunakan perangkat berbasis digital.
Baca Juga:Hindari Kebiasaan Pegang Behel Belakang, Ini Cara Aman Berboncengan Sepeda MotorBukan Hanya Hobi, Komunitas Honda ADV Indonesia Chapter Purwakarta Buktikan Kepedulian di Ramadan
Secara teknis, alat monitoring ini mampu merespons perubahan tetesan nira dengan cepat.
Sensor akan mendeteksi kondisi di bumbung, lalu data dikirim melalui sistem berbasis Arduino ke server, sebelum akhirnya diteruskan ke ponsel petani melalui notifikasi SMS.
Dengan informasi tersebut, penyadap dapat segera mengambil nira saat aliran tetesan berhenti.
Keunggulan lain dari alat ini adalah fleksibilitas penggunaannya, karena dapat dipasang dan dipindahkan sesuai posisi manggar aren.
Dengan demikian, alat dapat menyesuaikan kebutuhan penyadap di lapangan tanpa mengganggu proses kerja.
Para peserta menilai bahwa kehadiran teknologi ini mampu meningkatkan motivasi berwirausaha.
Dengan pengendalian kualitas nira yang lebih baik, potensi kerugian akibat kerusakan dapat ditekan, sehingga keuntungan petani pun meningkat.
Baca Juga:Di Balik Raungan Motor, Ikatan Motor Honda Indramayu Tunjukkan Kepedulian Sosial di Bulan RamadanRamadan Jadi Momentum, Honda Tawarkan Kemudahan Kredit PCX dan Vario di Tasikmalaya
Hal ini sekaligus membuka peluang pengembangan usaha gula aren berbasis UMKM dengan biaya yang relatif terjangkau.
Ke depan, program ini menargetkan terbentuknya kelompok usaha pengolahan nira aren sebagai langkah awal menuju pengembangan usaha komersial yang lebih luas.
Selain itu, peningkatan keterampilan para pengrajin diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unsil tahun 2023.
Program serupa juga diharapkan dapat diperluas oleh pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, agar seluruh penyadap nira aren di Kecamatan Salawu dapat merasakan manfaat teknologi monitoring berbasis IoT secara menyeluruh. (rls)
