TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Para dosen dari Universitas Siliwangi (Unsil) menghadirkan inovasi teknologi berbasis Internet of Things (IoT) guna membantu para penyadap nira aren di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.
Inovasi ini diperkenalkan melalui kegiatan pelatihan monitoring hasil tampung nira aren yang bertujuan meningkatkan kualitas produksi sekaligus menekan potensi kerugian petani.
Kecamatan Salawu dikenal sebagai salah satu sentra utama penghasil gula aren di Kabupaten Tasikmalaya dengan kontribusi sekitar 30 persen dari total produksi daerah.
Baca Juga:Hindari Kebiasaan Pegang Behel Belakang, Ini Cara Aman Berboncengan Sepeda MotorBukan Hanya Hobi, Komunitas Honda ADV Indonesia Chapter Purwakarta Buktikan Kepedulian di Ramadan
Tercatat terdapat 18.687 pohon aren dengan sekitar 280 petani yang menghasilkan rata-rata 599.720 kilogram gula aren per tahun.
Salah satu pelaku usaha yang berkembang di wilayah ini adalah UKM SIRIN yang membina 34 petani aren.
Dalam praktik penyadapan, petani biasanya memasang bumbung pada pagi hari dan mengambilnya kembali pada sore hari.
Namun, selama rentang waktu tersebut, penyadap kerap tidak mengetahui apakah nira masih menetes atau sudah berhenti.
Kondisi ini berisiko menyebabkan nira terlambat diambil.
Jika dibiarkan lebih dari 12 jam setelah berhenti menetes, nira berpotensi terkontaminasi mikroba sehingga kualitasnya menurun dan tidak layak diolah menjadi gula aren berkualitas.
Melihat permasalahan tersebut, tim dosen Fakultas Teknik Unsil yang dipimpin oleh Aripin bersama Sutisna dan Imam Taufiqurrahman menginisiasi solusi berupa sistem monitoring otomatis berbasis IoT.
Teknologi ini dirancang untuk memantau kondisi tetesan nira secara real time sehingga penyadap dapat segera mengambil hasil sadapan sebelum mengalami kerusakan.
Baca Juga:Di Balik Raungan Motor, Ikatan Motor Honda Indramayu Tunjukkan Kepedulian Sosial di Bulan RamadanRamadan Jadi Momentum, Honda Tawarkan Kemudahan Kredit PCX dan Vario di Tasikmalaya
Pelatihan yang digelar pada 11–12 Juli 2023 ini diikuti oleh lima anggota UKM SIRIN serta 20 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unsil.
Peserta mendapatkan materi terkait kondisi penyadapan nira, penggunaan alat monitoring, hingga pemasangan perangkat seperti controller box dan sensor tetesan (raindrop sensor) pada bumbung bambu.
Metode pelatihan dilakukan melalui pemaparan materi, praktik langsung di lapangan, serta pendampingan teknis.
Dalam praktiknya, peserta mempelajari cara mendeteksi tetesan nira dari manggar pohon aren menggunakan sistem yang terintegrasi.
Sementara itu, pendampingan dilakukan oleh mahasiswa KKN pada periode 14 Agustus hingga 5 September 2023 untuk memastikan alat dapat digunakan secara optimal oleh mitra.
