Fiorentina mendapatkan €25 juta (Rp425 miliar) dari Mediacom, sementara Sassuolo memperoleh €18 juta (Rp306 miliar) dari Mapei.
Bahkan, Cremonese sempat mencatat angka fantastis €42 juta (Rp714 miliar) dari perusahaan baja Arvedi, meski nilai terbaru belum diumumkan secara resmi.
Untuk klub-klub lain, angka pendapatan relatif lebih kecil. Atalanta meraih €5 juta (Rp85 miliar), Bologna sekitar €3 juta (Rp51 miliar), dan Cagliari €3,6 juta (Rp61,2 miliar).
Sementara itu, daftar klub dengan pendapatan lebih rendah diisi oleh:
– Torino: €2,35 juta (Rp39,95 miliar)
– Parma: €1,5 juta (Rp25,5 miliar)
– Udinese: €1,5 juta (Rp25,5 miliar)
– Genoa: €1,2 juta (Rp20,4 miliar)
– Hellas Verona: €1 juta (Rp17 miliar)
– Lecce: €1 juta (Rp17 miliar)
– Como: €1 juta (Rp17 miliar)
– Pisa: €700 ribu (Rp11,9 miliar)
Baca Juga:Ini Alasan Gelar Juara Piala Afrika Senegal Dicabut dan Diberikan ke Maroko: Langgar Pasal 82 dan 84Fans PSG Ledek Penggemar Chelsea yang Tinggalkan Stadion: “Eeeh Goodbye!”
Data ini menunjukkan ketimpangan yang cukup besar di Serie A dalam hal pemasukan komersial.
Klub-klub besar masih mendominasi, sementara tim kecil harus puas dengan nilai yang jauh lebih rendah.
Ke depan, peningkatan nilai sponsor akan menjadi tantangan besar bagi Serie A jika ingin bersaing dengan liga-liga top Eropa lainnya, baik dari sisi popularitas maupun kekuatan finansial.
