RADARTASIK.ID— Samarinda menyambutnya dengan riuh yang akrab sekaligus asing. Di Stadion Segiri, tempat ia pernah menjadi bagian dari cerita, Adam Alis justru menulis bab baru bersama Persib Bandung.
Minggu malam, 15 Maret 2026, gelandang itu akhirnya memecah kebuntuan panjang—mencetak gol perdananya di Super League 2025/26 ke gawang Borneo FC dalam laga tunda pekan ke-21.
Gol itu lahir bukan sekadar dari situasi permainan, melainkan dari akumulasi kesabaran.
Baca Juga:Cocok untuk Lebaran, Daftar Harga Koleksi Persib x Weekend Offender yang Bisa Dimiliki BobotohSemakin di Depan, Persib Kolaborasi dengan Streetwear Inggris Weekend Offender yang Lekat Kultur Tribun Eropa
Sejak awal musim, Adam berperan sebagai penghubung lini tengah—mengatur ritme, membuka ruang, namun jarang mencatatkan namanya di papan skor.
Malam itu, ia menuntaskan penantian. Bola yang bersarang ke gawang Borneo FC seolah menjadi pelepas beban yang selama ini ia pikul dalam diam.
Emosi pun tak terbendung. Ia merayakan gol itu secara spontan, larut dalam euforia yang datang begitu saja.
Namun, beberapa saat setelah peluit panjang berbunyi, kesadaran lain menyusul.
Ia baru mengingat bahwa selebrasi itu terjadi di hadapan publik yang pernah mendukungnya.
Dalam suasana yang mulai mereda, Adam memilih merendahkan hati— ia menyampaikan permintaan maaf kepada mantan klubnya, seraya menegaskan rasa hormatnya.
“Ya alhamdulillah senang bisa balik ke sini dan bisa mencetak gol. Saya minta maaf juga untuk Borneo. Saya respek sama tim Borneo, tadi (selebrasi) spontan saya merayakan,” ujar Adam Alis.
Ia mengaku bersyukur bisa kembali ke stadion tersebut dan mencetak gol, tetapi menilai selebrasi yang dilakukannya murni refleks emosional di lapangan.
Baca Juga:Jelang Lebaran, Persib Liburkan Pemain Seminggu, Bojan Hodak: Sebentar Melupakan SepakbolaJeda Napas Kompetisi, Persebaya Tingkatkan Kemampuan Fisik Para Pemainnya, Ini Target Bernardo Tavares
Gol itu tidak berdiri sendiri. Ia membawa dampak langsung bagi perjalanan Persib di papan atas.
Tambahan satu poin dari laga tersebut menjaga posisi Maung Bandung tetap kokoh di puncak klasemen. Hingga pekan ke-25, Persib mengoleksi 58 poin—unggul empat angka dari Borneo FC yang membayangi di peringkat kedua.
Dalam kompetisi yang kian menajam di fase akhir, selisih itu menjadi ruang napas yang berharga.
Meski demikian, Adam menolak larut dalam kepuasan. Ia mengingatkan ruang ganti untuk tetap menapak tanah.
