Pemancing Hilang di Kota Tasikmalaya Ditemukan, Sungai Ciwulan Tak Banyak Bicara

pemancing hilang di Sungai Ciwulan Kota Tasikmalaya
Petugas gabungan saat mengevakuasi jenazah pemancing yang sempat hilang di Sungai Ciwulan Kawalu Kota Tasikmalaya, Selasa (17/3/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Misteri hilangnya seorang pemancing di Kota Tasikmalaya akhirnya terjawab.

Setelah tiga hari pencarian yang berpacu dengan arus dan cuaca, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Ciwulan, Selasa (17/3/2026) sore.

Plt Kepala BPBD dan Damkar Kota Tasikmalaya, Hanafi, membenarkan penemuan tersebut.

Baca Juga:Judul Konser Berubah-ubah, Netizen Kota Tasikmalaya Kian Ramai MenyentilASN Kota Tasikmalaya “Ngadu” di Instagram, Kritik Fiskal Pemkot Kian Pedas

Ia menyebut korban ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB, sekitar tiga kilometer dari titik awal kejadian.

“Iya betul, hari ini ditemukan seorang pemancing yang sebelumnya dilaporkan hilang. Ditemukan di Sungai Ciwulan,” ujar Hanafi.

Menurutnya, korban ditemukan dalam kondisi masih utuh, lengkap dengan pakaian yang dikenakan saat terakhir terlihat.

Bahkan, perlengkapan memancing serta hasil tangkapan ikan masih berada di dekat korban—sebuah ironi yang menyisakan sunyi di tengah derasnya arus.

“Bajunya masih ada, tempat ikannya juga masih ada, bahkan ikannya juga ada. Sekarang masih dalam proses identifikasi di rumah sakit,” katanya.

Ciri-ciri korban saat ditemukan di antaranya mengenakan baju merah. Proses identifikasi lebih lanjut tengah dilakukan oleh pihak berwenang.

Pencarian korban melibatkan tim gabungan dari Polres Tasikmalaya Kota, BPBD Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Basarnas, TNI, Satpol PP, PMI, serta relawan warga.

Baca Juga:Ratusan Pemudik Datangi Polres Tasikmalaya Kota: Ikut Mudik Gratis, Tujuan Dominan SoloSwasta Telat THR Dihukum, Kalau Pemkot Tasikmalaya yang Lambat Siapa yang Menegur!

Upaya penyisiran dilakukan sepanjang aliran sungai, meski sempat terkendala cuaca buruk dan arus deras.

Hanafi menjelaskan, pola penemuan korban yang terseret arus sungai umumnya terjadi pada hari ketiga. Hal itu kembali terbukti dalam kejadian ini.

“Memang rata-rata penemuan korban seperti ini terjadi di hari ketiga,” ucapnya.

Sebelumnya, korban diketahui bernama Asep Suherman (47), warga Kabupaten Tasikmalaya.

Ia dilaporkan hilang sejak Minggu sore (15/3/2026), diduga terseret arus saat memancing di kawasan Kampung Asta Lebak, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu.

Kapolsek Kawalu, AKP Yusuf Setianto, sebelumnya menyebut korban sempat terlihat oleh rekan sesama pemancing sebelum akhirnya hilang.

Tak lama setelah itu, debit air Sungai Ciwulan meningkat drastis akibat hujan deras di wilayah hulu.

Di tengah derasnya arus dan cuaca yang tak bersahabat, pencarian sempat dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

0 Komentar