Cremonese Terancam Terjun ke Serie B, Davide Nicola Siap Jadi Kambing Hitam

Davide Nicola
Davide Nicola Foto: Tangkapan layar Instagram@davidenicolaoff
0 Komentar

“Jika kita melihat angka-angka pertandingan, saya tidak merasa tim ini tidak bermain proaktif. Masalahnya adalah kami terlalu mudah kebobolan. Itu tidak boleh terjadi,” paparnya.

Ia juga menilai sulit memastikan apakah masalah tersebut berkaitan dengan mentalitas pemain atau masih kurangnya pekerjaan taktis dalam latihan.

“Saya pernah melalui situasi seperti ini sebelumnya. Yang paling penting adalah seberapa besar keyakinan kita untuk menciptakan perubahan,” tambahnya.

Baca Juga:Inter Ingin Jual Thuram ke Arab Saudi, Kevin De Bruyne Bertahan di NapoliAdani Minta Leao Berhenti Bersikap Seperti Pemain Bintang: Dia Menangkan Scudetto karena Ibra dan Giroud

Menurut Nicola, para pemain sebenarnya memiliki hubungan yang baik di ruang ganti. Namun tim belum mencapai titik balik yang dibutuhkan untuk mengubah momentum buruk.

“Mungkin kami membutuhkan semacam ‘kejutan listrik’ untuk membangunkan tim,” katanya.

Pelatih berusia 50-an tahun itu juga menyoroti banyaknya kesalahan individu yang dilakukan para pemain secara bergantian dalam beberapa pertandingan terakhir.

“Kami melakukan berbagai kesalahan individu secara bergantian. Semua orang sebenarnya mampu tampil lebih baik, tetapi kami harus tumbuh secara mental dan benar-benar menginginkan keselamatan tim,” harapnya.

Ia menekankan bahwa kekuatan mental sebuah tim bisa menghasilkan perubahan besar jika seluruh pemain benar-benar percaya pada tujuan yang sama.

Nicola juga ditanya mengenai keputusan tidak menurunkan Filippo Terracciano sejak awal pertandingan.

Ia menjelaskan bahwa kondisi sang pemain tidak sepenuhnya prima dan keputusan tersebut diambil berdasarkan kebutuhan taktik melawan Fiorentina.

Baca Juga:Sihir De Rossi Bawa Genoa Menjauh dari Zona DegradasiAmbrosini Akui Mimpi Scudetto AC Milan Sudah Berakhir: Mereka Lebih Dekat ke Posisi Lima

Lebih jauh, Nicola juga menanggapi pertanyaan apakah dirinya masih menjadi sosok yang tepat untuk memimpin Cremonese.

“Saya tidak bekerja dengan rasa takut. Jika saya bukan orang yang tepat, maka klub bisa membuat keputusan mereka,” katanya.

Namun ia menegaskan bahwa dirinya siap bertanggung jawab atas situasi tim, bahkan jika harus menjadi pihak yang disalahkan.

“Jika saya memang masalahnya, saya ingin tetap di sini sampai akhir. Jika perlu, saya yang menjadi kambing hitamnya,” tegasnya.

Nicola menegaskan bahwa dirinya terus mengevaluasi diri dan strategi tim dana percaya Cremonese masih memiliki ide permainan yang jelas, meski hasilnya belum sesuai harapan.

0 Komentar