TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Gelombang komentar dari aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kesehatan yang “menggeruduk” akun Instagram Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, Senin malam (16/3/2026), menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan.
Ketua Komunitas Sisterhood, Ayuna Sinta, menilai peristiwa tersebut bukan sekadar riuh media sosial, melainkan cerminan persoalan serius dalam tata kelola fiskal di Kota Tasikmalaya.
“Ironis. Ini seperti ASN ‘mengemis’ haknya sendiri di ruang publik. Padahal THR dan TPP bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul. Itu agenda rutin yang seharusnya sudah diantisipasi sejak awal,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Baca Juga:Ratusan Pemudik Datangi Polres Tasikmalaya Kota: Ikut Mudik Gratis, Tujuan Dominan SoloSwasta Telat THR Dihukum, Kalau Pemkot Tasikmalaya yang Lambat Siapa yang Menegur!
Menurut Ayuna, alasan keterbatasan kas daerah yang disampaikan pemerintah kota justru menunjukkan adanya kelemahan dalam perencanaan anggaran. Ia menyebut kondisi ini sebagai “blind spot” dalam manajemen fiskal.
“Kalau untuk hak dasar pegawai saja gagap, bagaimana publik bisa percaya pada program strategis lainnya?” katanya.
Ia juga mengkritik respons pemerintah yang dinilai normatif, tanpa menawarkan solusi konkret. Narasi seperti “mohon bersabar” dan “pembayaran bertahap” dianggap tidak menjawab kebutuhan riil ASN, terlebih menjelang Lebaran saat tekanan ekonomi meningkat.
“Seharusnya ada keberanian melakukan efisiensi di pos non-prioritas. Tenaga kesehatan itu bekerja 24 jam, tapi haknya justru tersendat,” ucapnya.
Ayuna menyoroti ironi lain: pemerintah dinilai tegas kepada sektor swasta dalam kewajiban pembayaran THR, namun justru dinilai abai terhadap kewajiban serupa di internalnya sendiri.
“Jangan sampai pemerintah hanya pandai menekan swasta, tapi lalai pada kewajiban sendiri,” sindirnya.
Fenomena ASN yang menyuarakan keluhan secara terbuka juga dinilai sebagai sinyal tersumbatnya komunikasi internal birokrasi.
Baca Juga:Alarm MBG Jawa Barat Berbunyi, IKA PMII Tasikmalaya Sindir Dapur KaderInstagram Viman Digeruduk Akun ASN Kota Tasikmalaya Soal Pencairan THR
Padahal, menurutnya, hal tersebut bertolak belakang dengan jargon keterbukaan dan konektivitas yang selama ini digaungkan.
“Ketika ASN sudah bicara lewat sindiran di ruang publik, itu tanda komunikasi internal tidak berjalan. Ini tamparan keras bagi jargon pembangunan,” tegasnya.
Lebih jauh, Ayuna mengaitkan persoalan ini dengan kasus sebelumnya, seperti keterlambatan pembayaran kepada kontraktor.
