2026 Penuh Teriakan! Mulai Pencairan Proyek Sampai Urusan THR

Teriakan di Kota Tasikmalaya
Ilustrasi Chat GPT
0 Komentar

Kebijakan pemkot ini katanya akan menjadi penutup kebiasaan buruk yang terjadi di sana. Karena katanya, depan tidak akan ada lagi. Namun itu baru “katanya”.

Menjelang lebaran atau Hari Raya Idulfitri, suara teriakan semakin nyaring.

Dari sisi publik, salah satu yang disuarakan yakni pembagian sarung untuk para tokoh dengan anggaran senilai Rp 841 juta. Kebijakan itu dinilai tidak populis di tengah kondisi fiskal pemerintah yang katanya sulit sehingga menerapkan efisiensi.

Klimaksnya di akhir Ramadan atau menjelang lebaran. Giliran internal Pemkot Tasikmalaya ikut berteriak. Pasalnya Tunjangan Hari Raya (THR) pegawai kondisinya menggantung karena uang yang tidak tersedia.

Baca Juga:Aktivis Mahasiswa di Tasikmalaya Pilih Penampungan Sampah Jadi Tempat PengukuhanLebaran Dulu, Protes Kemudian!

Pemkot pun mengambil langkah pembayarannya dilakukan secara bertahap alias dicicil. Namun langkah tersebut tak mampu meredam teriakan yang sudah kadung lantang.

Menutup cerita ini, bisa dibilang rangkaian teriakan ini menjadi gambaran bahwa Kota Tasikmalaya sedang tidak baik-baik saja. Dari mulai keuangannya, birokrasinya, bahkan bisa juga kepemimpinannya.(rga)

0 Komentar