TPS Tepian Sungai di Kota Tasikmalaya Disorot, “Tasik Nyaman” Jangan Sekadar Slogan

TPS tepian sungai di Kota Tasikmalaya disorot
Pengurus Cabang PMII Kota Tasikmalaya, Dina Diana Ginanjar. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Persoalan sampah kembali mencuat di Kota Tasikmalaya. Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri, volume sampah diperkirakan mencapai sekitar 240 ton per hari.

Lonjakan tersebut berdampak pada sejumlah Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang terlihat mengalami kelebihan kapasitas (over capacity).

Dalam beberapa hari terakhir, tumpukan sampah bahkan meluber di sejumlah titik TPS dan menimbulkan bau tak sedap yang dikeluhkan warga sekitar.

Baca Juga:TPP PNS Kota Tasikmalaya Tak Cair Sekaligus, Viman Minta Pegawai Bersabar dan Tetap SemangatHUT PPNI ke-52, Perawat Kota Tasikmalaya Soroti Kesejahteraan yang Masih Tertatih

Pengurus Cabang PMII Kota Tasikmalaya, Dina Diana Ginanjar, menilai kondisi tersebut menjadi ironi di tengah program prioritas pemerintah kota yang mengusung konsep “Tasik Nyaman” dan “Tasik Resik”.

“Program Tasik Nyaman dan Tasik Resik tentu gagasan yang baik untuk menghadirkan kota yang bersih dan nyaman. Tapi di lapangan masih terlihat banyak persoalan, terutama soal pengelolaan sampah,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Ia menyoroti masih adanya TPS yang berada di kawasan sempadan atau tepian sungai.

Padahal kawasan tersebut seharusnya steril dari aktivitas yang berpotensi mencemari lingkungan perairan.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, TPS yang sudah melebihi kapasitas kerap menyebabkan sampah meluber hingga jatuh ke aliran sungai.

Kondisi itu semakin rawan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Sampah yang menumpuk di TPS sangat mudah terbawa arus air dan menyebar di sepanjang aliran sungai. Ini jelas berpotensi mencemari lingkungan,” kata Dina.

Ia menjelaskan, sampah yang masuk ke sungai bukan hanya memicu pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat menyebabkan sedimentasi di daerah aliran sungai.

Baca Juga:Rampcheck di Terminal Indihiang, Viman Pastikan Bus dari Kota Tasikmalaya Layak JalanASN Kota Tasikmalaya Mulai Terapkan WFH Jelang Lebaran, Sekda: Bukan Libur Panjang

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi mengurangi kapasitas aliran air dan meningkatkan risiko banjir di wilayah perkotaan.

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengambil langkah konkret, bukan sekadar jargon program.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah menertibkan TPS yang berada di kawasan sempadan sungai serta mencari alternatif lokasi yang lebih aman dan tidak berpotensi mencemari lingkungan.

“Kalau relokasi belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, setidaknya harus ada inovasi pengelolaan TPS. Misalnya membuat pembatas agar sampah tidak mudah jatuh ke sungai atau memasang jaring penahan di sekitar TPS di tepian sungai,” ungkapnya.

0 Komentar