Menanggapi hal tersebut, Viman meminta seluruh ASN tetap bersabar dan menjaga semangat kerja.
“Semangat saja. Pada akhirnya nanti semua juga akan disalurkan, tinggal menunggu waktu. Kita sedang menyusun strategi sesuai kondisi kas yang ada,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Tasikmalaya juga memastikan pembayaran tunjangan hari raya (THR) ASN dilakukan bertahap karena keterbatasan arus kas daerah.
Baca Juga:HUT PPNI ke-52, Perawat Kota Tasikmalaya Soroti Kesejahteraan yang Masih TertatihRampcheck di Terminal Indihiang, Viman Pastikan Bus dari Kota Tasikmalaya Layak Jalan
Kondisi ini bahkan memunculkan satir di kalangan pegawai, dari THR berubah menjadi “Tunjangan Hari Syawal” karena pencairannya diprediksi baru tuntas setelah Lebaran.
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah, menjelaskan pencairan tahap awal diprioritaskan bagi tenaga pendidikan dan PPPK dengan nilai sekitar Rp17 miliar atau setara satu kali gaji.
Sementara ASN di perangkat daerah hanya menerima 50 persen dari TPP sebagai bagian dari skema THR tahun ini.
Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran THR ASN di Kota Tasikmalaya diperkirakan mencapai sekitar Rp40 miliar. Namun kas daerah yang tersedia saat ini hanya sekitar Rp24 miliar.
Dengan kondisi fiskal yang seret, Pemkot memilih mengatur strategi pembayaran bertahap ketimbang menambah utang. Targetnya, seluruh kewajiban THR dan hak pegawai bisa diselesaikan pada April 2026. (rezza rizaldi)
