Menurutnya, pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh armada bus penumpang umum yang beroperasi di terminal maupun pool bus di wilayah Kota Tasikmalaya.
Selain memeriksa kelengkapan administrasi dan kelayakan teknis kendaraan, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan serta kesiapan pengemudi.
“Rampcheck ini tidak hanya memeriksa kendaraan, tetapi juga kondisi kesehatan pengemudi. Jadi aspek keselamatan dilihat secara menyeluruh,” jelasnya.
Baca Juga:ASN Kota Tasikmalaya Mulai Terapkan WFH Jelang Lebaran, Sekda: Bukan Libur PanjangKapolda Jabar Cek Pos Mudik Technopark Tasikmalaya, Pemudik Diminta Tak Memaksa Berkendara
Ia menambahkan, setiap bus yang telah diperiksa akan diberikan stiker sebagai penanda kondisi kendaraan.
Stiker tersebut terdiri dari tiga kategori, yakni stiker biru untuk armada laik operasional, stiker merah muda untuk armada laik dengan catatan perbaikan, dan stiker merah bagi kendaraan yang dilarang beroperasi.
Dengan sistem tersebut, kata dia, masyarakat dapat dengan mudah mengetahui kondisi kendaraan yang akan digunakan.
“Ini juga bentuk transparansi kepada masyarakat agar penumpang tahu kendaraan yang mereka tumpangi benar-benar layak jalan,” pungkasnya.
Rampcheck sendiri akan terus dilakukan secara bertahap menjelang arus mudik Lebaran.
Targetnya, setiap hari sekitar 50 awak bus menjalani pemeriksaan kesehatan guna memastikan transportasi mudik di Kota Tasikmalaya benar-benar aman, bukan sekadar formalitas yang ditempeli stiker lalu selesai. (rezza rizaldi)
