Menolak Jabat Tangan, Fabregas Tuding Gasperini Tak Sportif

Cesc Fabregas
Cesc Fabregas Tangkapan layar Instagram@comofootball
0 Komentar

Gol kemenangan Como tercipta melalui Diego Carlos, yang berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Roma.

Bola yang memantul di area penalti langsung disambar sang bek untuk mengubah skor menjadi 2-1.

Roma sebenarnya hampir kebobolan lagi di menit-menit akhir ketika tendangan Lucas Da Cunha membentur mistar gawang.

Baca Juga:Menang Telak, Joan Laporta Kembali Jadi Presiden BarcelonaLazio Kubur Impian Scudetto AC Milan, Leao Ngamuk Saat Diganti

Namun hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Como.

Usai pertandingan, Fabregas tidak hanya berbicara mengenai kemenangan timnya, tetapi juga menyoroti sikap Gasperini setelah laga berakhir.

Menurut Fabregas, pelatih Roma itu meninggalkan lapangan tanpa berjabat tangan dengannya, sesuatu yang ia anggap sebagai tindakan tidak sportif.

“Saya menganggap itu tindakan yang tidak sportif,” ujar Fabregas kepada Sky Sport.

“Baik ketika saya sedang marah, diusir dari lapangan, atau merasa dirugikan oleh wasit, saya selalu pergi berjabat tangan dengan pelatih lawan setelah pertandingan,” lanjutnya.

Fabregas menegaskan bahwa berjabat tangan setelah pertandingan merupakan bentuk rasa hormat dan sportivitas yang seharusnya dijaga oleh semua pelatih.

“Itu soal rasa hormat dan sportivitas. Saya sedih dengan apa yang terjadi,” tambahnya.

Baca Juga:Costacurta Yakin Inter Akan Memenangkan Scudetto: Laga Lawan Atalanta Jadi PembuktianCostacurta: AC Milan Butuh Bek Tengah Seperti Baresi

“Saya selalu mencoba menghampiri pelatih lawan untuk berjabat tangan, tetapi kali ini saya melihat dia pergi begitu saja,” sindirnya.

Mantan gelandang FC Barcelona dan Arsenal FC itu juga menekankan bahwa para pelatih harus memberikan contoh yang baik kepada para pemain dan penggemar.

“Di lapangan kita boleh bertarung, tetapi setelah pertandingan kita harus berjabat tangan. Saya sendiri baru-baru ini juga pernah melakukan hal-hal yang tidak saya banggakan, tetapi kita semua harus memberikan contoh. Jangan lupa bahwa para pemain muda selalu memperhatikan kita,” tegasnya.

Di sisi lain, Fabregas juga mengungkapkan kepuasannya terhadap performa timnya. Kemenangan ini membuat Como kini menempati posisi keempat klasemen sementara Serie A, bahkan berada di atas tim besar seperti Juventus FC dan Roma.

Menurut Fabregas, kedalaman skuad dan variasi kualitas pemain menjadi faktor penting di balik kebangkitan timnya dalam pertandingan tersebut.

0 Komentar