Namun, pemain berusia 26 tahun itu tampak tidak merespons dan langsung menjauh.
Menurut laporan dari tim pinggir lapangan DAZN, Leao sempat mengatakan kepada pelatihnya, “Mister, biarkan saya tetap di lapangan, masih ada 20 menit lagi.”
Ketegangan belum berhenti di situ. Setelah duduk di bangku cadangan, Leao terlihat menendang beberapa botol minuman dengan kesal.
Baca Juga:Costacurta Yakin Inter Akan Memenangkan Scudetto: Laga Lawan Atalanta Jadi PembuktianCostacurta: AC Milan Butuh Bek Tengah Seperti Baresi
Bahkan pada menit ke-84, kamera televisi kembali menangkapnya masih menggelengkan kepala, tanda bahwa ia belum bisa menerima keputusan tersebut.
Usai pertandingan, Allegri mencoba meredakan situasi dengan memberikan penjelasan mengenai reaksi Leao.
“Dia gugup karena ada beberapa situasi di mana seharusnya dia bisa mendapatkan umpan yang lebih baik,” ujar Allegri.
“Hal-hal seperti ini bisa terjadi dalam pertandingan,” tegasnya.
Pelatih asal Italia itu juga menegaskan bahwa Milan sebenarnya datang dengan ambisi besar untuk menang, terutama untuk menjaga jarak dari para pesaing di papan atas.
“Kami ingin menang karena tujuan kami adalah menjaga keunggulan atas tim-tim di belakang. Kami harus tetap tenang dan bermain lebih baik, terutama seperti di babak pertama,” tambahnya.
Dengan kekalahan ini, posisi Milan di klasemen semakin terancam. SSC Napoli kini hanya terpaut satu poin di belakang mereka dalam perebutan posisi kedua.
Sementara itu, tekanan juga datang dari tim-tim yang mengejar zona Liga Champions seperti Como 1907 dan Juventus FC, yang masing-masing berjarak enam dan tujuh poin.
Di sisi lain, kemenangan ini memberi dorongan penting bagi Lazio.
Baca Juga:Heboh di Medsos: Nico Paz dan Ayahnya Terlihat Makan Malam dengan Legenda Inter MilanIngatkan Comeback Bersejarah AC Milan Zaccheroni, Allegri Buat Inter Milan Gemetar
Tim ibu kota tersebut kini menjauh dari posisi ketujuh dengan keunggulan tujuh poin, yang berpotensi mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan jika mereka gagal melangkah jauh di Coppa Italia.
Bagi Milan, kekalahan di Olimpico bukan sekadar kehilangan tiga poin, tetapi juga pukulan telak bagi ambisi mereka dalam perburuan Scudetto musim ini.
Ketegangan internal yang terlihat di lapangan juga menjadi sinyal bahwa Rossoneri harus segera menemukan kembali stabilitas mereka jika tidak ingin musim ini berakhir dengan kekecewaan.
