Alarm Amir Mahpud!

H Amir Mahpud Gerindra Jabar
H. Amir Mahpud, ketua DPD Gerindra Jabar. (IST)
0 Komentar

Pesannya jelas. Jangan masuk partai untuk menjadi kaya.

“Kalau mau kaya, jadi pengusaha saja. Kalau sudah kaya, baru masuk Gerindra untuk mengabdi,” ujarnya.

Ia bahkan menyindir fenomena politisi yang tiba-tiba menjadi kaya. Menurutnya, kondisi seperti itu patut dicurigai.

“Kalau mendadak kaya, biasanya KPK yang datang,” katanya sambil tersenyum. Ruangan langsung pecah oleh tawa.

Baca Juga:Viman-Diky Kembali Catatkan Sejarah: Hadapi Lebaran ASN Kota Tasik Menjerit!Doktor Otoy

Namun di balik humor itu, H Amir membawa pesan serius. Ia meminta semua kader menjaga loyalitas kepada partai. Terutama kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Menurutnya, Gerindra ada karena Prabowo.

“Siapa yang melawan kebijakan presiden berarti melawan partai,” katanya tegas.

Ia bahkan menggunakan kata yang jarang dipakai di forum resmi. “Makar,” ujarnya.

Pesan itu jelas, jangan keluar dari barisan.

Ada satu bagian yang membuat kader Tasik tersenyum bangga. H Amir bercerita setiap bertemu Prabowo, satu daerah selalu ditanyakan. Dapil 11. Tasikmalaya dan Garut. “Pak Prabowo selalu tanya, bagaimana Dapil 11?” katanya.

Ia mengingatkan bahwa kampanye pertama Prabowo di Jawa Barat dulu dimulai dari Tasikmalaya. Karena itu, Tasik harus menjadi contoh bagi daerah lain.

H Amir juga mengingatkan kejadian politik di Kabupaten Tasikmalaya pada Pemilu 2024. Semua anggota dewan diganti. Tidak ada satu pun yang bertahan. “Itu pelajaran besar,” katanya.

Ia meminta kader yang sekarang menjabat tidak mengulang kesalahan yang sama. Minimal harus mampu mempertahankan kursi. Kalau bisa, naik kelas ke provinsi.

Baca Juga:Soal Kewajiban Upload Menu MBG di Media Sosial, Begini Tanggapan SPPG di DaerahBandara Wiriadinata Mati Suri, Pemkot Tasik Cari Skema Hidupkan Lagi

Di akhir sambutan, Amir mulai bicara angka. Target Gerindra di Kota Tasikmalaya minimal 14 kursi DPRD. Jika tidak tercapai?Ia bercanda, tapi terasa serius.

“Ketua DPC dan ketua fraksi nanti kita kaji saja,” katanya. Tawa kembali pecah.

Menjelang penutup, H Amir menyinggung situasi global. Perang di Timur Tengah. Geopolitik dunia yang semakin panas. Ia heran melihat bangsa-bangsa lain sudah berbicara soal rudal dan teknologi militer.

Sementara Indonesia masih sibuk memperdebatkan perbedaan kecil.

“Kita ini masih ribut soal Lebaran hari apa,” katanya. Kalimat itu membuat sebagian peserta tertawa pahit.

0 Komentar