TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sore itu langit Tasikmalaya seperti ikut menunggu. Hotel Mandalawangi tak biasanya seramai itu.
Para kader datang dari dua arah. Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya.
Mereka datang dengan satu agenda, buka puasa bersama sekaligus konsolidasi.
Di depan mereka berdiri Ketua DPD Gerindra Jawa Barat,H Amir Mahpud. Ia memulai dengan kalimat yang sederhana.“Alhamdulillah, sore ini Allah mentakdirkan kita bertemu di tempat ini,” katanya.
Baca Juga:Viman-Diky Kembali Catatkan Sejarah: Hadapi Lebaran ASN Kota Tasik Menjerit!Doktor Otoy
Ia yakin pertemuan itu bukan sekadar buka puasa. Ada sesuatu yang lebih besar dampaknya untuk warga Tasik.
H Amir Mahpud membawa dua cerita. Satu membuat senang. Satu lagi membuatnya prihatin. Yang pertama soal survei. Katanya, dua minggu lalu ada laporan dari petinggi partai. Hasilnya cukup mengejutkan. Gerindra berada di angka 33 persen secara nasional. “PDIP di sekitar 17 persen. Golkar 9 persen. Yang lain di bawah 6 persen,” kata H Amir.
Kalau pemilu digelar hari ini, menurutnya, Gerindra berpotensi menang. Ruang pertemuan mendadak riuh. Para kader tersenyum. Ada yang mengangguk-angguk pelan.
Lalu Amir berhenti sejenak. Nada bicaranya berubah. Kali ini bukan kabar gembira. Ia menyinggung program MBG (Makan Bergizi Gratis).
Menurut laporan yang ia terima, tingkat kegagalan pengelolaan program itu di Jawa Barat termasuk tinggi. Bahkan disebut berada di posisi kedua secara nasional. “Ini yang harus kita perbaiki,” ujarnya.
Ia mengingatkan kader Gerindra yang mengelola dapur MBG. Pesannya keras. Jangan sampai ada yang mengurangi takaran. Jangan sampai ada yang menurunkan kualitas makanan.
“Kalau sampai mengurangi takaran, itu bisa masuk pidana,” katanya.
Baca Juga:Soal Kewajiban Upload Menu MBG di Media Sosial, Begini Tanggapan SPPG di DaerahBandara Wiriadinata Mati Suri, Pemkot Tasik Cari Skema Hidupkan Lagi
Ia bahkan memberi perbandingan sederhana. SPBU saja bisa dipidana jika mengurangi takaran BBM. Apalagi makanan untuk rakyat.
“Kalau mengurangi kualitas, Anda harus minta maaf kepada ribuan orang,” ucapnya. Sebuah kalimat yang membuat ruangan hening.
Di tengah sambutannya, H Amir tiba-tiba bicara soal filosofi politik. Ia bercerita tentang dirinya.
“Saya ini pengusaha dulu. Setelah sukses baru masuk politik, katanya.
