“Dia mungkin pemain paling berbakat di Milan, tetapi performa dan sikapnya menunjukkan bahwa dia sering mengulangi kesalahan yang sama,” katanya.
Ia juga menyinggung keluhan Leao yang merasa jarang mendapat umpan dari rekan setimnya selama pertandingan.
“Dia mengatakan tidak mendapatkan bola, tetapi seorang penyerang tidak bisa berada pada level seperti ini jika hanya mengeluh,” tegas Adani.
Baca Juga:Ambrosini Akui Mimpi Scudetto AC Milan Sudah Berakhir: Mereka Lebih Dekat ke Posisi LimaMenolak Jabat Tangan, Fabregas Tuding Gasperini Tak Sportif
Scudetto karena Ibra dan Giroud
Dalam analisisnya, Adani juga mengingatkan kembali masa awal karier Leao di Milan ketika tim tersebut menjuarai Serie A beberapa tahun lalu.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran besar dua striker senior, Zlatan Ibrahimović dan Olivier Giroud, yang saat itu menjadi figur penting di ruang ganti.
“Ketika berusia 21 tahun, dia memenangkan Scudetto bersama Ibra dan Giroud,” ujar Adani.
“Dua pemain itu selalu berada di dekatnya, membimbingnya, dan membuatnya memahami apa arti bermain untuk Milan. Tapi hal seperti itu harus dibuktikan setiap hari,” bebernya.
Adani menilai bahwa setelah Ibrahimović meninggalkan klub, Leao seharusnya sudah mampu berdiri sendiri sebagai pemain utama tim.
“Ketika Zlatan pergi, kamu harus mulai berjalan sendiri. Sekarang dia sudah berusia 27 tahun, tetapi mungkin masih belum sepenuhnya memahami bagaimana seharusnya bersikap,” tambahnya.
Adani juga menilai bahwa perkembangan sepak bola modern membuat persaingan di posisi winger semakin ketat.
Baca Juga:Menang Telak, Joan Laporta Kembali Jadi Presiden BarcelonaLazio Kubur Impian Scudetto AC Milan, Leao Ngamuk Saat Diganti
Menurutnya, banyak pemain sayap baru yang kini tampil lebih konsisten dibandingkan Leao.
Ia menyebut beberapa nama seperti Antoine Semenyo, Bukayo Saka, Michael Olise, dan Gabriel Martinelli sebagai contoh winger yang dinilainya sudah melampaui performa Leao saat ini.
“Leao selalu didukung dan ditoleransi karena semua orang menyukainya. Tetapi masalahnya ada di lapangan,” tutur Adani.
“Ketika dia memenangkan Scudetto dulu, beberapa winger bahkan belum dikenal. Sekarang mereka sudah berkembang dan melampauinya. Saya yakin ada setidaknya 30 pemain sayap yang tampil lebih baik darinya saat ini,” pungkasnya.
Komentar keras Adani ini semakin menambah tekanan kepada Leao, yang diharapkan bisa segera menunjukkan konsistensi dan kepemimpinan di lapangan jika ingin kembali menjadi pemain kunci bagi Milan dalam sisa musim ini.
