TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Lebaran tahun ini tinggal menghitung hari. Mall mulai ramai. Pasar penuh. Toko baju anak diserbu ibu-ibu.
Satu kelompok yang biasanya ikut sibuk justru terlihat agak murung tahun ini. ASN Kota Tasikmalaya. Bukan karena mereka tidak ingin belanja. Bukan juga karena mereka sedang hidup hemat. Masalahnya sederhana. THR mereka belum datang.
Di grup WhatsApp ASN, suasana berubah drastis. Biasanya hanya ucapan selamat pagi dan stiker lucu. Kini berubah menjadi ruang curhat.
Baca Juga:Doktor OtoySoal Kewajiban Upload Menu MBG di Media Sosial, Begini Tanggapan SPPG di Daerah
Ada yang menulis dengan bahasa Sunda campur pasrah. “Duh janten THS nya sanes THR.” THS. Tunjangan Hari Syawal. Sindiran halus.
Karena Tunjangan Hari Raya belum juga terasa. Yang lain menimpali dengan nada setengah bercanda, setengah gondok.
“Nembean we abi janten PNS sapertos kieu (baru kali ini saya jadi PNS kejadian begini, red),” ujar seorang ASN kelurahan di Kota Tasikmalaya.
Ada juga yang membandingkan nasib. Guru sudah diprioritaskan. PPPK juga diprioritaskan. Alasannya sederhana, guru sudah libur. Logika itu langsung ditanggapi di grup.
“Lah kita masih kerja. Bahkan disuruh piket di posko mudik.” Tenaga kesehatan juga merasa satu nasib. Mereka berjaga. Tidak libur. 24 jam. Tetapi tetap saja bukan prioritas.
Di grup ASN, obrolan pun makin liar. Ada yang membandingkan dengan daerah lain. Di Pangandaran, misalnya, ASN sudah menerima haknya. Di banyak kota lain di Jawa Barat juga sama. Hanya satu yang terasa berbeda. Kota Tasikmalaya.
Di kota ini, THR berubah bentuk. Bukan hilang. Hanya ditunda. Bahasa birokrasi selalu terdengar lebih halus. Penundaan itu terjadi karena kas daerah sedang seret.
Baca Juga:Bandara Wiriadinata Mati Suri, Pemkot Tasik Cari Skema Hidupkan LagiDiajak Hidupkan Lagi Bandara Wiriadinata, Begini Respons Daerah Tetangga Kota Tasikmalaya
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh, menjelaskan dengan angka yang cukup jujur. Kebutuhan THR sekitar Rp40 miliar. Kas yang tersedia hanya Rp24 miliar. Sementara dana transfer pusat bulan ini hanya sekitar Rp400 juta.
Solusinya: strategi. THR dibayar bertahap. Guru dan PPPK dulu. ASN perangkat daerah belakangan. Sebagian hanya mendapat 50 persen TPP. Sisanya? April.
Artinya THR bisa berubah fungsi. Bukan lagi untuk Hari Raya. Tapi untuk Hari Setelah Raya. Karena itu muncul istilah baru di kalangan ASN. THS. Tunjangan Hari Syawal. Istilah yang lahir bukan dari kementerian keuangan. Tapi dari rasa humor ASN sendiri. Humor yang pahit. Padahal selama ini ASN selalu dianggap kelompok yang paling stabil hidupnya. Gaji rutin. Tunjangan jelas. THR hampir selalu pasti.
